Cegah Kericuhan Meluas, Polrestabes Surabaya Amankan 18 Pemuda Terkait Bentrokan Perguruan Silat di Kedungdoro

IMG-20260117-WA0053

SURABAYA (AktualLine)—Aparat kepolisian dari Sat Samapta Polrestabes Surabaya mengamankan 18 pemuda yang diduga terlibat dalam bentrokan antar kelompok perguruan silat di kawasan Jalan Kedungdoro, Surabaya, Kamis dini hari, 15 Januari 2026.

Para pemuda tersebut diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa kendaraan roda dua serta benda-benda yang diduga digunakan dalam aksi saling serang. Seluruhnya kini telah diserahkan ke Piket Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra menjelaskan, dari hasil pengamanan di lokasi, petugas menyita 10 unit sepeda motor, serta beberapa batu dan potongan kayu yang diduga digunakan sebagai alat perkelahian.

“Ada 18 orang kami amankan. Mereka diduga dari kelompok perguruan silat yang berbeda. Kami juga mengamankan 10 unit motor, batu dan kayu alat perkelahian,” kata AKBP Erika, Jumat (16/1).

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, petugas menerima laporan dari masyarakat melalui layanan Taruna Command Center 110 mengenai adanya aksi saling serang di kawasan Kedungdoro.

Mendapat informasi tersebut, Tim Jogoboyo 3 Sat Samapta Polrestabes Surabaya yang sedang melaksanakan patroli rutin di sekitar Jalan Blauran segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan guna mencegah situasi berkembang lebih jauh.

AKBP Erika menegaskan, langkah cepat yang dilakukan jajarannya merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Surabaya.

“Seluruh potensi gesekan antar kelompok harus dicegah sebelum berkembang menjadi kasus kekerasan yang lebih besar serta membahayakan masyarakat,” tegasnya, Jumat (16/01).

Ia menambahkan, patroli aktif yang dilakukan personel di lapangan memungkinkan aparat merespons setiap laporan masyarakat secara lebih cepat, tepat, dan terukur.

Lebih lanjut, AKBP Erika juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang dapat memicu konflik.

Pihaknya turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap melaporkan kejadian melalui layanan Command Center, sehingga aparat kepolisian dapat segera mengambil tindakan secara presisi dan profesional. (tim)