KH Zulfa: Jika Ada Keberatan Konfercab NU Banyuwangi, Ada Jalur Tahkim
Moh. Karyono (kanan) berbincang dengan Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa (kiri) di Hotel Kokoon Banyuwangi, Minggu (18/1/2026).
BANYUWANGI (AktualLine)—Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa menyatakan bahwa Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Banyuwangi yang digelar di Kampus 2 UIMSYA Blokagung pada Rabu (7/1/2026) telah selesai dan dilaksanakan sesuai Peraturan Perkumpulan (Perkum) Nahdlatul Ulama.
Pernyataan tersebut disampaikan Moh. Karyono, yang pada pelaksanaan Konfercab kemarin menjabat sebagai Ketua Organizing Committee (OC), dengan merujuk pada keterangan dan penjelasan KH Zulfa Mustofa saat berada di Banyuwangi.
Menurut Karyono, Kiai Zulfa menegaskan, setelah Konfercab dilaksanakan, maka secara organisasi PCNU Banyuwangi hanya ada satu, dan pelaksanaan Konfercab telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di NU.
“Kiai Zulfa menyampaikan bahwa tidak benar jika ada anggapan kedatangannya ke Banyuwangi untuk meminta Konfercab diulang. Beliau menegaskan, seluruh proses Konfercab tetap akan dipelajari PBNU sesuai mekanisme organisasi,” ujar Karyono, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, Kiai Zulfa juga menyampaikan soal pengesahan hasil Konfercab merupakan kewenangan PBNU, dengan keputusan akhir berada pada dawuh Rais Aam PBNU sebagai pemimpin tertinggi jam’iyyah.
“Kesimpulan akhirnya akan kembali kepada dawuh Rais Aam PBNU. Itu yang disampaikan beliau,” kata Karyono.
Lebih lanjut, Karyono menambahkan, PBNU tetap membuka ruang penyelesaian secara organisatoris apabila masih ada pihak yang belum menerima hasil Konfercab.
“Jika ada keberatan, mekanismenya sudah jelas, yakni melalui Majelis Tahkim. NU punya aturan dan jalur penyelesaian sendiri,” tegasnya.
Terkait kehadiran Kiai Zulfa di Banyuwangi pada Minggu (18/1/2026), Karyono menjelaskan bahwa agenda tersebut sudah terjadwal lama dalam rangka mengisi ceramah Isra Mikraj atas undangan MWC NU Cluring.
Di sela kunjungan itu, Kiai Zulfa juga bersilaturahmi dengan para masayikh serta menghimpun informasi sebagai bahan pembahasan di tingkat PBNU.
Selain itu, Karyono juga menyebut, keberadaan Kiai Zulfa di salah satu rumah makan di wilayah Cluring merupakan bagian dari silaturahmi yang berlangsung terbuka dan kekeluargaan, seiring rangkaian kegiatan Isra Mikraj.
“Itu lebih pada silaturahmi dan kebersamaan warga NU, panitia, serta pengurus MWC dan ranting. Tidak dalam konteks pertemuan khusus atau tertutup,” pungkasnya.
Dengan penjelasan tersebut, Karyono berharap polemik pasca-Konfercab PCNU Banyuwangi dapat disikapi secara dewasa dan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama. (tim)
