Program ASN Berbagi Hadirkan Manfaat Ganda bagi Warga dan ASN Banyuwangi
BANYUWANGI (AktualLine)–Program ASN Berbagi yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tak hanya menyasar penanganan kemiskinan, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional tersendiri bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjun langsung membantu warga kurang mampu.
Program gotong royong ini telah berjalan selama dua tahun terakhir dan dilaksanakan rutin setiap bulan. Ribuan ASN, termasuk PNS dan PPPK penuh waktu, turun langsung dari rumah ke rumah menyalurkan paket sembako kepada warga miskin yang telah terdata.
Sekretaris Kelurahan Sobo, Ayu Widuri, mengaku keterlibatannya secara langsung dalam penyaluran bantuan memberi kebahagiaan tersendiri.
“Ketika saya membantu masyarakat secara langsung, ada kebahagiaan luar biasa di hati. Ada kepuasan batin. Masyarakat bahagia, saya juga ikut bahagia,” kata Ayu saat mendampingi penyaluran bantuan di Kelurahan Sobo, Rabu (28/1/2026).
Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa berbagi tidak akan mengurangi rezeki.
“Saya percaya ketika kita membantu orang lain, rezeki tidak akan berkurang. Insyaallah justru bertambah, baik berupa kesehatan, ketenangan, maupun rezeki lain yang tidak bisa diukur dengan materi,” jelasnya.
Hal serupa dirasakan Mursidi, ASN Kelurahan Sobo, yang menyebut ada ketenangan batin setelah ikut membantu warga kurang mampu.
“Setelah memberi bantuan, perasaan saya jadi lebih tenang,” terangnya.
Mursidi berharap program ASN Berbagi terus berlanjut dan membawa kebaikan bagi semua pihak.
“Mudah-mudahan program dari pemerintah ini membawa berkah bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, ASN lainnya, Ratna Juwita, mengaku bangga sekaligus terharu dengan program tersebut. Menurutnya, ASN Berbagi menjadi pengingat untuk selalu peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
“Kami merasa inilah implementasi filosofi ‘Kalau kita sedih lihatlah ke bawah’. Bukan berarti merendahkan orang lain, namun mengingatkan kita semua agar dalam memandang dunia kita tidak meremehkan nikmat Allah, harus mensyukuri setiap nikmat yang kita dapat,” kata Ratna.
Dalam pelaksanaannya, para ASN menggunakan data warga miskin yang terintegrasi dalam aplikasi Smart Kampung. Data tersebut berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pemerintah pusat, khususnya warga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Seiring berjalannya waktu, ASN Berbagi juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Tidak hanya ASN, program ini melibatkan kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, pelaku usaha, hingga organisasi profesi di Banyuwangi.
Sejak 2025, partisipasi masyarakat semakin meluas, mulai dari HIPMI, Kadin, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia Banyuwangi, Ikatan Bidan Indonesia, rumah sakit swasta, hingga pengusaha konstruksi.
Berbagai program pengentasan kemiskinan yang digulirkan Pemkab Banyuwangi menunjukkan hasil positif. Angka kemiskinan terus menurun dari 8,07 persen pada 2021, menjadi 7,51 persen pada 2022, 7,34 persen pada 2023, 6,8 persen pada 2024, hingga mencapai titik terendah sepanjang sejarah Banyuwangi, yakni 6,13 persen pada 2025. (tim)
