Wajah Baru Pesisir Lateng: Perpaduan Arsitektur Osing dan Kuliner Seafood di Kampung Nelayan Merah Putih

l_bxiivfmh_whatsapp-image-2026-01-30-at-200438

BANYUWANGI (AktualLine)–Sektor wisata kuliner seafood di Banyuwangi dipastikan akan semakin bergairah. Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah merampungkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng.

​Proyek strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini letaknya sangat strategis, tak jauh dari pusat kuliner Fish Market di Kampung Mandar yang sudah lebih dulu populer. Kehadiran KNMP diharapkan menjadi kekuatan baru bagi destinasi wisata berjuluk The Sunrise of Java tersebut.

​Hingga saat ini, progres fisik yang dikerjakan oleh KKP telah memasuki tahap akhir atau mencapai 97 persen. Pekerjaan di lapangan kini hanya menyisakan proses penyempurnaan bangunan (finishing) serta penataan kawasan pendukung.

​Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercantik kawasan pesisir ini.

​”Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini kian menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. Terima kasih pada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk, Jumat (30/1/2026).

​Menariknya, meski berstatus proyek nasional dari KKP, bangunan di KNMP tetap mengedepankan kearifan lokal. Enam unit bangunan utama mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing yang diperkaya dengan ornamen batik Gajah Oling, menciptakan perpaduan estetika modern dan identitas kuat khas Banyuwangi.

​Bupati Ipuk menambahkan bahwa KNMP bukan sekadar pemukiman, melainkan kawasan terintegrasi. “Kampung nelayan modern ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi tempat aktivitas kampung nelayan pada umumnya, juga dirancang menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” urainya.

​Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa pembangunan di Lateng ini merupakan bagian dari program prioritas nasional. Banyuwangi terpilih menjadi salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.

​”Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelas Suryono.

​Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap, mulai dari dermaga sandar, pabrik es, hingga sentra kuliner bahari. “Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberi manfaat langsung,” tambah Suryono.

​Terkait keberlanjutannya, Suryono menyebut bahwa setelah seluruh pengerjaan fisik selesai dan dilakukan proses serah terima (BAST), pengelolaan akan diserahkan kepada masyarakat. “Setelah BAST, aset akan kami kelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” tutupnya.(tim)