Polresta Banyuwangi Gelar HPN 2026, Ingatkan Bahaya Post Truth di Era Digital

20260209_140017-768x432

BANYUWANGI (AktualLine)–Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan bersama insan pers di Hall Room Hotel Aston Banyuwangi, Senin (9/2/2026). Acara ini mengusung tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jurnalis dari berbagai media, unsur akademisi, serta perwakilan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Momentum ini menjadi ruang konsolidasi antara pers, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat kualitas informasi publik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyuwangi, Rahmawati Setyoardini, S.IP., MPA, bersama jajaran Polresta Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., yang diwakili Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas kontribusi pers dalam menjaga demokrasi serta mendukung pembangunan daerah.

AKBP Teguh menjelaskan bahwa tema HPN 2026 memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, pers yang sehat adalah pers yang mampu menjaga independensi, memegang teguh kode etik jurnalistik, serta konsisten menyajikan informasi yang faktual dan berimbang.

“Pers memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang benar, mendidik masyarakat, serta menjaga stabilitas sosial dan iklim pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” katanya.

Ia juga menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga risiko besar. Salah satunya adalah maraknya hoaks dan disinformasi yang berpotensi membentuk opini publik secara keliru.

“Di sinilah pers yang bijak dan bertanggung jawab berfungsi sebagai penjernih informasi, agar kebenaran tidak tergeser oleh kebohongan yang dikemas seolah-olah fakta atau post truth,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak insan pers untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan kepolisian, serta tetap menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kritik yang konstruktif.

“Pers merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan masyarakat, memperkuat persatuan, dan membangun fondasi bangsa yang kuat melalui informasi yang benar dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Peringatan HPN 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kebebasan pers yang profesional, beretika, serta adaptif terhadap tantangan zaman. (tim)