Pemkab Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro, Sasar Dokter Spesialis hingga Jurusan Strategis

IMG-20260305-WA0051

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggulirkan program Beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) untuk perkuliahan tahun 2027. Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada April 2026 dan diperuntukkan bagi mahasiswa on going minimal semester tiga.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfiyan, menjelaskan bahwa program ini khusus bagi warga Banyuwangi. Setelah lulus, penerima beasiswa memiliki kewajiban mengabdi di Banyuwangi sekurang-kurangnya dua kali masa pemberian beasiswa ditambah satu tahun.

“Untuk komponen beasiswanya terdiri atas uang kuliah tunggal (UKT), biaya hidup, biaya buku, riset, praktik. Pemberian beasiswa sejak lolos seleksi hingga lulus Pendidikan semester 12 untuk kedokteran, dan semester 8 untuk jurusan lainnya,” terang Alvian.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestandani, menegaskan bahwa program ini difokuskan untuk memperkuat pelayanan publik, terutama sektor kesehatan. Prioritas utama diberikan pada pendidikan dokter spesialis, menyesuaikan kebutuhan daerah saat ini.

“Program beasiswa ini membantu putra-putri Banyuwangi yang saat ini menempuh pendidikan tinggi, utamanya mereka yang kuliah di jurusan kesehatan dan kedokteran. Namun tetap ada untuk jurusan lainnya,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, kebutuhan dokter spesialis di Banyuwangi menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Karena itu, terdapat 12 bidang spesialis yang dibuka dalam program tersebut, yakni spesialis jantung, saraf, urologi, THT, orthopedi dan traumatology, penyakit dalam, fisik dan rehabilitasi, kedokteran jiwa, spesialis mata, bedah mulut dan maksilofasial, dokter gigi spesialis konservasi gigi, serta dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial.

“Melalui beasiswa ini diharapkan banyak dokter spesialis, yang akan mengiisi fasilitas kesehatan di Banyuwangi, untuk meningkatkan pelayananan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain dokter spesialis, beasiswa juga terbuka bagi jurusan kesehatan lainnya seperti apoteker, ahli gizi, ahli sanitasi, bidan, dan perawat. Untuk tiga profesi terakhir, pemerintah daerah memprioritaskan mereka yang bersedia ditempatkan di wilayah terluar Banyuwangi.

“Khusus untuk bidan, perawat, dan apoteker, kami prioritaskan untuk mereka yang nantinya bersedia mengabdi di daerah terluar Banyuwangi. Untuk itu kami mengajak mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut untuk mendaftar dan menjadi prioritas kami,” kata Ipuk.

Tak hanya sektor kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif juga mencakup bidang lain yang dinilai strategis bagi pembangunan daerah, di antaranya teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, pendidikan, serta ilmu sosial. (tim)