Lebaran Kopat 7 Syawal di Boyolangu, Tradisi Syukur yang Penuh Kebersamaan

IMG-20260329-WA0012

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Tradisi Lebaran Kopat yang digelar warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, kembali berlangsung meriah pada H+7 Idul Fitri atau 7 Syawal, Jumat malam (28/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat setelah menjalani ibadah puasa Ramadan sekaligus momentum mempererat kebersamaan.

Sejak sore hari, warga sudah disibukkan dengan berbagai persiapan. Ketupat disusun rapi untuk dibagikan kepada keluarga dan tetangga. Sebagian warga juga memilih menikmati hidangan bersama di teras rumah, menghadirkan suasana hangat penuh kekeluargaan.

Tradisi ini diawali dengan rangkaian kegiatan religi. Sebelumnya, masyarakat menggelar Khotmil Qur’an di kelurahan, kemudian dilanjutkan ziarah ke petilasan Ki Buyut Jaksa pada sore hari. Doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa tokoh yang diyakini memberi kontribusi bagi perkembangan wilayah Boyolangu.

Memasuki waktu Magrib, acara inti dimulai. Warga berkumpul untuk menyantap hidangan ketupat lengkap dengan sayur serta lauk khas. Momen ini tidak sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Kemeriahan terasa di seluruh penjuru kampung. Anak-anak tampak riang berlarian mengenakan busana muslim. Penampilan mereka semakin unik dengan sarung yang dililit atau disampirkan, menciptakan suasana khas yang jarang ditemui di hari biasa.

Suasana yang semula riuh mendadak khidmat saat doa bersama dipanjatkan. Warga menundukkan kepala, memohon keberkahan dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah itu, hidangan ketupat pun disantap bersama dengan penuh keakraban.

Selepas salat Isya, acara berlanjut dengan pentas seni budaya yang dibawakan para remaja setempat. Antusiasme warga dan pengunjung begitu tinggi, terlihat dari ramainya penonton yang memadati area pertunjukan.

Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga berdampak positif bagi perekonomian warga. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan dan meraih keuntungan dari banyaknya pengunjung yang hadir.

Ketua panitia, Risyal Alfani, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang merupakan bagian dari rangkaian “Boyolangu Traditional Culture” dalam tradisi Puter Kayun.

“Bersyukur bisa berjumpa kembali di Boyolangu Traditional Culture. Kami sangat bangga dengan masyarakat Kelurahan Boyolangu yang hingga saat ini masih peduli akan pelestarian budaya lokal,” kata Alfani.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Boyolangu Traditional Culture meliputi 7 Syawal Khotmil Qur’an, selamatan kopat dan pentas seni budaya, 8 Syawal pertunjukan seni Barong lokal, 9 Syawal pawai Kebo-Keboan, serta 10 Syawal tradisi Puter Kayun. (tim)