Arus Balik Lebaran Meningkat, Aktivitas Pelabuhan Ketapang Terus Dipantau

IMG-20260329-WA0057

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk pada arus balik Lebaran 2026 berjalan sesuai skenario yang telah disiapkan.

Hingga saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengoperasikan sebanyak 33 kapal untuk melayani penyeberangan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) turut mendukung kelancaran arus kendaraan.

“Saat ini kapal yang kita operasikan ada 33 kapal. Kita juga menerapkan skema TBB di dermaga MB IV ada empat kapal, dermaga LCM 11 kapal, dan dermaga Bulusan 3 kapal,” jelasnya.

Puncak arus balik sendiri diprediksi terjadi pada Sabtu dan Minggu (28–29 Maret 2026). Dari data sementara, sekitar 52 persen kendaraan telah menyeberang ke Bali, sementara 48 persen lainnya masih dalam antrean.

Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 4–6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, kondisi di lapangan masih terpantau terkendali. Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan bahwa sejumlah titik buffer zone belum terisi penuh.

“Area penyangga kita seperti di Bulusan, Pusri, dan Terminal Sritanjung terpantau masih belum penuh. Sampai saat ini masih terkendali,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengaturan arus terus dilakukan, termasuk untuk kendaraan logistik agar tidak memicu kemacetan.

“Saat ini terus kita pantau, termasuk kendaraan logistik. Jangan sampai menyebabkan kemacetan,” terangnya.

Sementara itu, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce bersama jajaran Pemkab Banyuwangi melakukan pemantauan langsung di Pelabuhan Ketapang.

Kegiatan tersebut diawali dengan pemantauan udara, kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama pihak ASDP dan stakeholder terkait.

“Di sini kami bersama-sama mengantisipasi potensi adanya lonjakan kendaraan terutama antisipasi arus balik dari Jawa ke Bali,” kata Wakapolda.

Sejak pagi hari, ribuan kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi kawasan pelabuhan.

Antrean juga terlihat di jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang, seiring meningkatnya volume kendaraan pada puncak arus balik.

Meski puncak arus balik telah berlangsung, ASDP memastikan masa siaga tetap diperpanjang untuk mengantisipasi potensi lonjakan lanjutan.

“Kemungkinan kita siagakan sampai 5 April. Karena 3 April ada libur nasional. Jadi kita antisipasi yang belum kembali ke Bali,” jelas Arief. (tim)