TNI AD Targetkan 12 Jembatan Gantung, Pembangunan di Songgon Dikebut
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengapresiasi langkah TNI AD dalam membangun jembatan gantung yang dinilai sangat membantu kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa.
“Ini wujud kolaborasi dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dalam memberikan pelayanan terbaik, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka,” kata Mujiono.
Prajurit TNI AD dari Kodim 0825 Banyuwangi saat ini tengah mempercepat pembangunan jembatan gantung Perintis Garuda di Desa Songgon, Kecamatan Songgon. Jembatan sepanjang 45 meter tersebut dibangun melintasi Sungai Binau dan akan menghubungkan Dusun Krajan dengan Dusun Gumuk Candi.
Sebelumnya, warga di dua dusun tersebut mengalami kesulitan mobilitas setelah jembatan beton yang menjadi akses utama ambruk akibat banjir bandang pada 2025. Untuk sementara, warga hanya mengandalkan jembatan bambu seadanya guna menunjang aktivitas sehari-hari.
Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini diharapkan mampu mempermudah aktivitas warga, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun akses layanan kesehatan.
“Adanya jembatan gantung ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas ekonomi warga, sekaligus mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan. Apalagi lokasinya juga dekat dengan Pasar Songgon,” kata Triyadi.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan diprioritaskan di wilayah yang paling membutuhkan dan belum memiliki akses jembatan permanen.
Menurutnya, jembatan di Songgon merupakan yang kedua setelah sebelumnya jembatan serupa telah beroperasi di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung.
“Target kami ada 12 jembatan Perintis Garuda yang sudah kami ajukan ke atasan. Nanti secara bertahap akan kami bangun di sejumlah titik yang membutuhkan jembatan ini,” jelasnya.
Jembatan gantung di Songgon memiliki lebar 1,6 meter dan dapat dilalui kendaraan roda dua, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian warga. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir April mendatang.
Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih efisien. Warga yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar kini dapat melintas dengan lebih cepat dan mudah. (tim)
