UNDP Lirik Inovasi Banyuwangi, Peluang Kolaborasi Menguat Usai Pertemuan dengan Bupati Ipuk

IMG-20260401-WA0057

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuka peluang kolaborasi dengan United Nations Development Programme (UNDP) setelah adanya pertemuan dengan jajaran lembaga PBB tersebut. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa daerahnya terbuka untuk kerja sama guna mendorong pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Kami sangat terbuka. Selama ini kami juga berkolaborasi bersama banyak pihak untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah,” kata Ipuk.

Deputy Resident Representative UNDP, Sujala Pant, datang langsung ke Banyuwangi bersama tim dari Kementerian Koordinator Pangan dan bertemu di Pendopo Banyuwangi, Selasa malam (31/3/2026). Dalam pertemuan itu, berbagai potensi kerja sama dibahas secara mendalam.

Sujala mengaku telah lama mendengar kiprah Banyuwangi yang dikenal memiliki banyak inovasi pembangunan serta selaras dengan prioritas nasional. Pengalaman daerah ini dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, turut menjadi perhatian UNDP.

“Saya melihat banyak peluang yang sangat berkaitan dengan prioritas UNDP di Banyuwangi, dan sejalan dengan visi Ibu Bupati yang bisa untuk dikembangkan. Apalagi Banyuwangi sudah terbiasa bekerja sama dengan pihak lain dalam membangun daerahnya,” jelas Sujala.

Sejumlah program unggulan dipaparkan Ipuk dalam pertemuan tersebut, mulai dari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pengembangan pertanian organik, hingga penguatan kelembagaan nelayan. Selain itu, Banyuwangi juga dikenal sebagai daerah percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional.

Tak hanya itu, kerja sama internasional juga telah dilakukan, seperti pengelolaan TPS3R yang melibatkan Norwegia dan Uni Emirat Arab, serta penanganan sampah laut bersama Sungai Watch. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kekuatan Banyuwangi dalam menjalankan program pembangunan.

Sujala menilai banyak kesamaan antara prioritas UNDP dengan arah kebijakan Pemkab Banyuwangi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan, peningkatan peluang ekonomi masyarakat, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Banyak yang nyambung antara prioritas UNDP dengan visi ibu bupati. Misalnya dalam hal pengembangan SDM yang berkelanjutan, peluang ekonomi bagi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” terangnya.

Di sisi lain, Ipuk juga memaparkan berbagai program inovatif lain, seperti Banyuwangi Hijau untuk pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan program UMKM Naik Kelas guna meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro. Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan pun dijalankan secara kolaboratif dengan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang membuka peluang kerja sama lebih luas antara UNDP dan Banyuwangi dalam mengembangkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. (tim)