Aekanu Sebut Ritual Kebo-Keboan Alasmalang Jadi Pengokoh Nilai Budaya Masyarakat

1782650578561_1

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Ribuan warga dan wisatawan memadati Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan Ritual Kebo-Keboan yang digelar setiap tahun pada bulan Suro. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga seluruh rangkaian prosesi berlangsung di tengah lautan manusia, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga para lansia.

Budayawan Banyuwangi, Aekanu Hariyono, yang turut hadir mengatakan kepada awak media, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa Ritual Kebo-Keboan bukan sekadar tontonan budaya, melainkan wujud penghormatan masyarakat agraris kepada leluhur.

“Ritual Kebo-Keboan merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus doa untuk kesejahteraan bersama. Tradisi ini juga memiliki fungsi penting sebagai pengokoh norma-norma dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Aekanu.

Lebih jauh, Aekanu menuturkan, prosesi ritual tersebut menghadirkan suasana yang sangat dramatis. Puluhan lelaki yang berdandan menyerupai kerbau berlari dan berguling di kubangan lumpur layaknya kerbau liar.

Kemunculan Dewi Sri yang dipandu kerbau-kerbau kuat, diiringi para pengawal serta para petani, menurut Aekanu, semakin menambah kekhidmatan prosesi. Alunan musik ritmis bertempo cepat berpadu dengan teriakan-teriakan peserta menciptakan suasana yang sarat makna.

“Kebo-Keboan Alasmalang merupakan salah satu warisan budaya Banyuwangi yang tidak hanya menjaga identitas masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan, spiritualitas, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan warisan leluhur,” tegasnya.

Selain dihadiri masyarakat luas, para tokoh dan pejabat, ritual budaya tersebut juga dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut menyaksikan jalannya prosesi bersama ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. (tim)