Kapolri Ajak Ulama dan Umara Rawat Persatuan di Tengah Keberagaman Bangsa

IMG-20260928-WA0020

REMBANG (AktualLine.com)–Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak ulama dan umara untuk terus bersinergi menjaga persatuan serta merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.

Menurut Kapolri, Indonesia memiliki keberagaman yang perlu terus dirawat. Berbagai perbedaan yang ada harus dikelola dengan baik sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat maupun negara.

“Di tengah berbagai tantangan global, kita harus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa,” kata Kapolri.

Ia menjelaskan, persatuan menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan. Perbedaan yang ada, terang Kapolri, semestinya tidak dijadikan sumber perpecahan, tetapi dikelola sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

Kapolri juga menekankan pentingnya kebersamaan antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan. Menurutnya, ulama dan umara memiliki sejarah panjang dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan, sekaligus mempunyai peran dalam menjaga bangsa hingga saat ini.

Karena itu, Kapolri mengajak kedua unsur tersebut untuk terus berjalan bersama dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Sinergi ulama dan umara dinilai penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, rukun, serta sejahtera.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya. (tim)