Bukan Sekadar Konser, Banyuwangi Punya Cerita Khusus bagi Slank

xktnvrezys_whatsapp-image-2026-10-31-at-171258

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Banyuwangi menyimpan kenangan tersendiri bagi grup band legendaris Slank. Salah satu memori yang masih melekat hingga kini adalah proses penciptaan lagu “Kirim Aku Bunga” saat mereka berkunjung ke Banyuwangi pada 1992. Lagu yang dirilis pada 1993 itu pun dipastikan masuk dalam daftar lagu yang akan dibawakan dalam konser Slank di Pantai Marina Boom, Minggu (1/11/2026) malam.

Kenangan tersebut diceritakan drummer sekaligus pentolan Slank, Bimbim, ketika bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Bandara Banyuwangi, Sabtu (31/10/2026). Dalam kesempatan itu, Bimbim datang bersama vokalis Kaka dan basis Ivanka, sedangkan dua gitaris Slank, Abdee dan Ridho, menyusul kemudian.

“Selamat datang kembali di Banyuwangi. Selamat menikmati keindahan Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk saat menyambut kedatangan rombongan Slank.

Dalam perbincangan tersebut, Bimbim mengungkapkan bahwa Slank sudah beberapa kali menggelar konser di Banyuwangi. Ia juga menyaksikan banyak perubahan di daerah ini sejak kunjungan pertamanya pada 1992.

Salah satu perubahan yang paling diingatnya adalah perkembangan fasilitas penginapan. Jika pada awal 1990-an pilihan hotel di Banyuwangi masih terbatas, kini semakin banyak hotel dengan fasilitas yang beragam.

“Banyuwangi sudah berubah banget ya. Dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus,” ungkap Bimbim.

Selain perkembangan daerah, Bimbim juga memiliki kenangan yang erat kaitannya dengan perjalanan musik Slank. Ia mengingat bagaimana lagu “Kirim Aku Bunga” tercipta ketika dirinya bersama personel Slank berada di Banyuwangi pada 1992.

“Dulu 1992 ada memori yang tidak bisa dilupa banget, kita bikin lagu ‘Kirim Aku Bunga’ itu di Banyuwangi,” jelasnya.

Untuk mengenang momen tersebut, Slank berencana membawakan lagu itu dalam konser yang menjadi bagian dari rangkaian Berani Kita Beda Tour atau tur ke-10 Hey Slank.

“Jadi untuk mengenang memori, besok malam akan kita bawa,” tuturnya.

Tak hanya soal musik, Banyuwangi juga meninggalkan kesan melalui kulinernya. Bimbim mengaku masih mengingat Sego Tempong, makanan khas Banyuwangi yang terkenal dengan sambalnya yang pedas.

Ia pernah menikmati hidangan tersebut bersama ibunya, mendiang Bunda Iffet, ketika Slank menggelar konser di Banyuwangi pada 2013. Saat itu, konser tersebut menjadi bagian dari pembuka tur perayaan 30 tahun perjalanan Slank.

“Iya dulu (mencicipi Sego Tempong) sama Bunda. Sedih sih, tapi ya kalau saya ingat Banyuwangi tuh ingatnya nasi tempong. Sambelnya bikin nagih,” ungkap Bimbim.

Kunjungan Slank ke Banyuwangi kali ini merupakan bagian dari rangkaian Berani Kita Beda Tour yang digelar di Pantai Marina Boom pada Minggu malam. Sebelum menuju lokasi konser, rombongan melanjutkan kunjungan dari bandara ke Pendopo Sabha Swagatha Blambangan dengan didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

Di pendopo tersebut, para personel Slank diajak berkeliling untuk melihat sejumlah bagian bangunan bersejarah, termasuk guest house atau penginapan berbentuk bunker yang biasa digunakan untuk menerima tamu kehormatan.

Rombongan juga mengunjungi Sumur Sritanjung yang berkaitan dengan legenda asal-usul Banyuwangi. Selain itu, mereka melihat rumah tradisional Suku Osing sebagai bagian dari pengenalan sejarah dan budaya lokal. (tim)