Dinas PU Pengairan Banyuwangi Jadikan Bubak Bumi Momentum Rawat Irigasi dan Persaudaraan Petani
BANYUWANGI (AktualLine)–Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi dengan para petani menggelar tradisi Bubak Bumi di Dam K Setail, Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Kamis 30 Oktober 2025.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya tani Banyuwangi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga sumber daya air.
Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, menegaskan bahwa Bubak Bumi bukan semata ritual adat, melainkan wujud kebersamaan antara pemerintah dan petani untuk menjaga harmoni alam.
“Bubak Bumi bukan hanya ritual, tetapi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan petani. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap alam tetap terjaga,” jelasnya.
Dam K Setail dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki peran penting bagi pertanian di wilayah selatan Banyuwangi. Infrastruktur peninggalan pemerintah Belanda yang dibangun pada tahun 1927 ini mengairi sembilan desa di Kecamatan Tegaldlimo, tiga desa di Kecamatan Purwoharjo, dan satu desa di Kecamatan Muncar, dengan total lahan sawah mencapai 6.422 hektare.
Saat ini, Dinas PU Pengairan tengah melakukan normalisasi di Dam tersebut untuk menambah daya tampung air sekaligus menjaga kebersihan aliran irigasi. “Maka, Dam ini harus kita rawat bersama agar debit air maupun kebersihannya tetap terjaga untuk mendukung pertanian Banyuwangi,” tambah Riza.
Selain kegiatan doa dan ritual adat, Bubak Bumi tahun ini dikemas lebih luas dengan melibatkan 20 SKPD yang menghadirkan beragam layanan publik langsung kepada masyarakat di lokasi acara.
Beberapa di antaranya adalah BPBD Banyuwangi dengan demonstrasi penyelamatan air (water rescue) sebagai edukasi keselamatan, mengingat sering terjadi insiden tenggelam di sekitar Dam K Setail.
Dinas Kesehatan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Dinas Pertanian dan Pangan menghadirkan Klinik Pertanian bagi warga yang ingin berkonsultasi seputar pertanian.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyediakan layanan administrasi kependudukan (KTP, KK, akta kelahiran) serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kami ingin kegiatan tradisional seperti ini juga memberi dampak langsung bagi warga. Petani tidak hanya berdoa, tapi juga bisa mengurus administrasi, konsultasi usaha, hingga periksa kesehatan dalam satu kegiatan,” terang Riza.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa tradisi Bubak Bumi telah menjadi warisan leluhur yang dijaga petani hingga kini.
“Bubak Bumi adalah tradisinya para petani saat memulai masa tanam, dengan harapan musim tanam bisa berjalan lancar, terhindar dari bencana dan menghasilkan panen yang melimpah,” katanya.
Ritual tahunan ini diyakini mampu menolak bala dan menghindarkan petani dari berbagai gangguan, termasuk hama dan bencana alam. Lebih dari itu, Bubak Bumi menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga dan memperkuat solidaritas komunitas tani.
Melalui kegiatan yang dikemas kolaboratif ini, Dinas PU Pengairan Banyuwangi berharap tradisi lokal seperti Bubak Bumi tidak hanya menjadi simbol kearifan budaya, tetapi juga menjadi wadah membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga air, alam, dan pertanian sebagai sumber kehidupan masyarakat Banyuwangi.(tim)
