Komisi IV DPRD Banyuwangi Soroti Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Tanjungwangi

IMG-20251202-WA0082_1

DPRD Banyuwangi meninjau alur kendaraan dan pelayanan ticketing di Pelabuhan Tanjungwangi

BANYUWANGI (aktualline.com)— Komisi IV DPRD Banyuwangi turun langsung ke Pelabuhan Tanjungwangi untuk melihat kondisi antrean kendaraan yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat. Sidak dilakukan pada Senin (01/12/25), dengan didampingi Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi.

Ketua Komisi IV, Patemo, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut. Ia menilai tata kelola pelayanan di pelabuhan harus dibenahi demi kelancaran arus transportasi di jalur nasional Banyuwangi–Situbondo.

“Kami mendorong segera dilakukan hearing yang melibatkan seluruh pihak terkait. Masalah antrean, parkir, dan tiket harus diperbaiki agar pelayanan pelabuhan lebih tertata,” tegasnya.

Dalam peninjauan di lapangan, rombongan melihat alur kendaraan, pola parkir, hingga pembelian tiket yang selama ini disebut sebagai faktor penyebab kemacetan. DPRD menilai sistem yang berjalan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan mobilitas logistik dan penumpang yang terus meningkat.

General Manager Pelindo Tanjungwangi, Eko Budi, yang mendampingi proses sidak menjelaskan bahwa area parkir sebenarnya mampu menampung kendaraan secara memadai.

Menurut Eko, kapasitas pelabuhan untuk rute Tanjungwangi–Gilimas, Lombok dapat menampung hingga 2,5 kapal. Kendati demikian, ia menilai persoalan muncul pada sistem pengaturan nomor antrean (kitir) dan proses ticketing yang menyebabkan kendaraan harus menunggu lebih lama di luar pelabuhan meski tiket sudah dibeli.

“Idealnya, setelah pembelian tiket, kendaraan langsung masuk ke area parkir. Tapi karena sistem kitir, kedatangan kendaraan tidak sesuai urutan, sehingga terjadi penumpukan,” jelas Eko.

Sidak ini menjadi langkah awal DPRD Banyuwangi untuk merumuskan rekomendasi perbaikan, termasuk evaluasi sistem antrean dan pelayanan pelabuhan. DPRD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembenahan agar aktivitas bongkar-muat dan perjalanan kapal berlangsung lebih lancar ke depan. (tim)