ASRI dalam Perspektif Keislaman: Saatnya Remaja Masjid Banyuwangi Bergerak Bersama

1772502946692_1

Oleh: Nailul Abror, S.Pd.I., M.Pd. (Ketua Biro Kajian Sosial Politik DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi)

KABUPATEN Banyuwangi tengah menggencarkan sebuah gerakan kolektif yang patut diapresiasi dan didukung secara serius, yakni program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini tidak sekadar jargon administratif, tetapi sebuah visi sosial yang ingin membentuk karakter ruang publik dan budaya masyarakat Banyuwangi secara menyeluruh. Pemerintah daerah telah menggerakkan seluruh instansi dan aparatur untuk terlibat aktif secara masif. Pertanyaannya kemudian, di manakah posisi umat Islam, khususnya remaja masjid dalam arus besar gerakan ini?

Sebagai daerah dengan jumlah tempat ibadah Islam yang sangat besar, Banyuwangi memiliki potensi sosial-keagamaan yang luar biasa. Data terbaru menunjukkan terdapat sekitar 1.990 masjid dan 2.452 mushalla yang tersebar di seluruh penjuru kabupaten. Artinya, hampir di setiap desa dan lingkungan terdapat pusat aktivitas keagamaan yang hidup. Jika setiap masjid memiliki komunitas remaja yang aktif dan terorganisir, maka kekuatan sosial ini sesungguhnya dapat menjadi motor utama suksesnya gerakan ASRI.

Dalam perspektif Islam, nilai-nilai yang terkandung dalam ASRI sejatinya bukanlah sesuatu yang asing. Konsep aman sejalan dengan prinsip menjaga keamanan dan ketenteraman (ḥifẓ al-nafs) dalam maqāṣid al-syarī‘ah. Lingkungan yang aman adalah syarat dasar tumbuhnya peradaban. Islam mengajarkan pentingnya menjaga hak-hak sesama, tidak mengganggu, serta menciptakan suasana damai di tengah masyarakat. Masjid sebagai pusat peradaban umat sejak zaman Nabi Muhammad SAW adalah simbol keamanan sosial dan spiritual.

Nilai sehat juga memiliki akar kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Kesehatan fisik, mental, dan lingkungan merupakan bagian integral dari kualitas keimanan. Islam menekankan pola hidup bersih, makanan halal dan thayyib, serta kebiasaan menjaga kebugaran. Maka program ASRI yang mendorong kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat sesungguhnya selaras dengan tuntunan syariat.

Sementara itu, resik (bersih) dan indah secara eksplisit mendapat legitimasi teologis. Kita mengenal ungkapan populer, “an-nadhafatu minal iman” kebersihan adalah sebagian dari iman. Meskipun secara sanad hadis ini diperdebatkan, substansinya sejalan dengan banyak dalil shahih yang menegaskan pentingnya kebersihan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa Dia mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri. Bahkan dalam praktik ibadah sehari-hari, wudhu, mandi, dan menjaga kebersihan pakaian menjadi syarat sahnya ibadah. Tidak mungkin seorang Muslim menyepelekan kebersihan, karena ia terkait langsung dengan kualitas penghambaan kepada Allah.

Rasulullah SAW sendiri adalah teladan dalam menjaga kebersihan dan keindahan. Beliau menyukai aroma wangi, berpakaian rapi, serta menata lingkungan dengan baik. Masjid pada masa Nabi bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pendidikan, musyawarah, bahkan strategi sosial-politik. Lingkungannya dijaga kebersihannya, ditata dengan sederhana namun penuh makna. Ini menunjukkan bahwa estetika dan spiritualitas dalam Islam berjalan beriringan.

Karena itu, program ASRI dapat kita maknai sebagai aktualisasi nilai-nilai keislaman dalam konteks kebijakan publik. Ia bukan sekadar proyek kebersihan, tetapi gerakan moral. Dan di sinilah remaja masjid memiliki peran strategis.

Remaja masjid adalah kelompok usia produktif yang enerjik, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan. Mereka adalah jembatan antara nilai-nilai tradisional keagamaan dan dinamika sosial modern. Jika remaja masjid di seluruh Banyuwangi yang tersebar di hampir dua ribu masjid bergerak serentak mendukung ASRI, maka dampaknya akan luar biasa. Bayangkan setiap Jumat dilakukan gerakan bersih-bersih masjid dan lingkungan sekitarnya, setiap pekan ada edukasi kesehatan berbasis masjid, setiap bulan ada kampanye keamanan dan ketertiban lingkungan. Gerakan ini akan menciptakan efek domino kebaikan.

Pertama, dari sisi spiritual, masjid yang bersih dan indah akan meningkatkan kekhusyukan ibadah. Jamaah merasa nyaman, anak-anak betah belajar mengaji, dan kegiatan keagamaan berjalan lebih optimal. Kedua, dari sisi sosial, lingkungan masjid yang aman dan sehat akan memperkuat kohesi sosial. Masjid tidak lagi hanya menjadi tempat ritual, tetapi pusat pemberdayaan masyarakat. Ketiga, dari sisi pendidikan karakter, remaja masjid yang terlibat aktif dalam gerakan ASRI akan tumbuh dengan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Lebih jauh, keterlibatan remaja masjid dalam program ASRI juga merupakan bentuk nyata dakwah bil hal dakwah melalui tindakan. Di tengah tantangan zaman yang sering menampilkan citra negatif terhadap generasi muda, remaja masjid dapat menunjukkan bahwa mereka adalah agen perubahan. Mereka bukan sekadar peserta pengajian, tetapi pelopor kebersihan, penjaga keamanan, dan penggerak keindahan lingkungan.

Tentu, gerakan ini membutuhkan sinergi. Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa fasilitas, pelatihan, dan koordinasi lintas sektor. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) perlu membuka ruang partisipasi yang luas bagi remaja. Organisasi seperti BKPRMI dapat menjadi simpul koordinasi, memastikan bahwa gerakan ini tidak sporadis, tetapi terstruktur dan berkelanjutan.

Saya meyakini, jika seluruh remaja masjid di Banyuwangi ikut serta mensukseskan gerakan ASRI, maka wajah kabupaten ini akan semakin bercahaya bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual. Masjid-masjid akan tampak asri dan bersih, lingkungannya tertata rapi, masyarakatnya hidup dalam suasana aman dan sehat. Dari masjid, peradaban itu dimulai; dari remaja, masa depan itu dibangun.

Akhirnya, ASRI bukan hanya program pemerintah, melainkan panggilan iman. Ketika Allah mencintai kebersihan dan keindahan, ketika Nabi mencontohkan hidup yang rapi dan sehat, maka menjadi kewajiban moral bagi kita khususnya remaja masjid untuk berada di barisan terdepan. Banyuwangi yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah bukan sekadar mimpi, tetapi visi yang dapat kita wujudkan bersama.

Saatnya remaja masjid Banyuwangi bangkit, bergerak, dan menjadi lokomotif kebaikan. Karena dari tangan-tangan merekalah, ASRI akan menemukan makna sejatinya. (***)