Bupati Ipuk Ajak Generasi Muda Kembangkan Pertanian Modern demi Swasembada Pangan

lznirthukv_whatsapp-image-2026-03-02-at-155816 (1)

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern terbukti mampu meningkatkan efisiensi usaha tani. Hal tersebut dirasakan oleh kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Surangganti di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, yang mengelola usaha pelayanan jasa alsintan (Upja) Tani Makmur.

Upja tersebut menyediakan berbagai layanan alsintan untuk mendukung proses budidaya dari awal hingga panen, dengan melibatkan tenaga muda sebagai operator. Peralatan yang digunakan antara lain traktor untuk pengolahan lahan, grain seeder untuk persemaian, transplanter untuk penanaman, drone sprayer untuk penyemprotan pupuk cair, hingga combine harvester untuk proses panen.

Manajer Upja Tani Makmur, Heru, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi pertanian modern memberikan dampak positif bagi petani, baik dari sisi efisiensi biaya maupun waktu kerja.

“Untuk 1 hektare lahan, menanam padi secara manual butuh 12 orang per hari. Dengan transplanter, cukup 4 orang per hari sehingga lebih hemat ongkos pekerja,” kata Heru.

“Dari sisi waktu, petani juga diuntungkan. Semakin cepat proses tanam, luasan tanam yang dihasilkan juga semakin besar. Tentu akan berimbas pada peningkatan produksi petani,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung sektor pertanian, terutama dalam penerapan teknologi modern atau smart farming.

“Salah satu program prioritas pemerintah adalah swasembada pangan. Karena itu keterlibatan anak muda sangat penting utamanya dalam penerapan teknologi pertanian (smart farming),” kata Ipuk saat berdialog dengan petani Gapoktan Surangganti dan petani milenial di Desa Gladag, Rogojampi, Minggu (1/3/2026).

Ipuk menambahkan bahwa generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi pekerja di sektor pertanian, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan gagasan baru untuk memajukan bidang tersebut.

“Kami ingin mendorong pemuda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi agen perubahan yang membawa ide-ide baru, teknologi, dan praktik pertanian modern ke lapangan,” jelasnya.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sekaligus membuka peluang bagi anak muda untuk berperan lebih besar di sektor pertanian. (tim)