Bupati Ipuk Paparkan Strategi Pariwisata Banyuwangi di Hadapan Kepala Daerah, Tekankan Peran Budaya Lokal

xzjgkwbguu_whatsapp-image-2026-04-09-at-153708

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan strategi pengembangan pariwisata daerah di hadapan Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Hendri Arnis, dan Bupati Malang, M. Sanusi. Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menekankan pentingnya peran budaya lokal yang dijaga masyarakat sebagai kekuatan utama pariwisata.

Kunjungan kedua kepala daerah tersebut berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kamis (9/4/2026). Mereka datang untuk berbagi pengalaman sekaligus mempelajari berbagai inovasi yang mendorong kemajuan Banyuwangi.

Bupati Ipuk menjelaskan, Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur dengan jumlah penduduk mencapai 1,7 juta jiwa, serta luas wilayah yang hampir setara gabungan enam daerah di kawasan Surabaya Raya.

“Tantangan tersebut serta keterbatasan fiskal menuntut kami harus terus berinovasi untuk mengubah tantangan menjadi peluang,” kata Ipuk.

Ia menerangkan, salah satu strategi yang diterapkan adalah menetapkan skala prioritas pembangunan dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Tidak hanya menarik wisatawan, pariwisata juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja.

“Kami menerapkan konsep 3A, yakni memastikan aksesibilitas, atraksi dan amenitas yang terjangkau dan tersedia. Kami bersyukur memiliki warga Banyuwangi yang sangat bangga dengan budayanya. Jadi, ide kami sangat nyambung dengan warga,” jelas Ipuk.

Menurutnya, seni dan budaya di Banyuwangi tidak ditinggalkan, melainkan diangkat menjadi daya tarik wisata. Berbagai tradisi lokal dikemas secara kreatif melalui event-event yang tergabung dalam Banyuwangi Festival.

“Tradisi yang telah hidup turun temurun di warga, kami kemas sedemikian rupa dengan manajemen event kekinian, akhirnya menjadi atraksi yang menarik. Banyak event yang memang digelar atas inisiatif warga, kami mengkurasinya sedikit agar lebih apik atraksinya,” papar Ipuk.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengaku terkesan dengan perkembangan Banyuwangi yang dinilainya sangat pesat. Ia menyebut kunjungannya kali ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya datang pada 2011.

“Saya pertama datang tahun 2011, saat ini datang lagi di 2026 perubahannya sudah jauh sekali sangat luar biasa. Karenanya kami ingin mempelajari beberapa hal yang mendorong kemajuan Banyuwangi,” kata Hendri.

Ia juga mengapresiasi pengelolaan pariwisata Banyuwangi yang dinilai mampu berkembang seiring dengan penguatan seni dan budaya lokal.

“Kami mengikuti perkembangan Banyuwangi di antaranya lewat media sosial. Kami melihat beragam event seni budaya dan kearifan lokal yang dikemas dengan sangat baik,” jelasnya.

Hendri berharap ke depan ada kerja sama lebih lanjut antara jajarannya dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di Banyuwangi untuk saling bertukar pengalaman.

“Kami berharap setelah ini, jajaran kami bisa menjalin koordinasi dan komunikasi dengan OPD di Banyuwangi untuk sharing berbagai pengalaman memajukan daerah,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Bupati Malang, M. Sanusi. Ia mengapresiasi upaya Banyuwangi dalam mengembangkan potensi daerah melalui sektor pariwisata.

“Kami juga ingin belajar berbagai alternatif pembiayaan pembangunan yang telah dilakukan Banyuwangi untuk memajukan daerah,” katanya.

Berkat kolaborasi tersebut, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi terus mengalami peningkatan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,65 persen, naik dari 4,68 persen pada 2024. Sementara itu, angka kemiskinan juga menurun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen di 2025. (tim)