Bupati Ipuk Tinjau Melon Hidroponik di Kalibaru, Dorong Pertanian Modern Banyuwangi
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kalibaru dengan sejumlah agenda, salah satunya bersilaturahmi bersama warga di kawasan Masjid Ar Raudloh, Desa Kalibaruwetan. Dalam kegiatan tersebut juga dibuka berbagai layanan publik seperti pengurusan administrasi kependudukan, pembayaran PBB, layanan NIB dan PBG, klinik UMKM, layanan HAKI, konsultasi sosial, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
“Ramadan kita jadikan momen untuk bersiltarahim lebih intens dengan warga. Biasanya kami berbuka dan menggelar taraweh di masjid-masjid di kampung. Kami juga sediakan cek kesehatan gratis hingga kepengurusan dokumen kependudukan,” kata Ipuk.
Selain bertemu warga, Ipuk juga meninjau pengembangan budidaya melon hidroponik yang berada di Villa Green House, Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo. Di lokasi tersebut ia melihat langsung proses penanaman hingga panen melon yang dilakukan di dalam greenhouse.
“Ada beberapa jenis melon kualitas premium yang ada disini, tapi saya ikut manen salah satunya yakni jenis Kirin. Yang jelas, melon disini itu semua tipenya yang crunchy (renyah),” kata Ipuk saat meninjau pertanian tersebut di sela-sela kunjungan kerjanya di Kecamatan Kalibaru, Rabu (25/2/2026).
Pertanian di Banyuwangi menjadi sektor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu pemerintah daerah terus memotivasi masyarakat untuk mengembangkan berbagai komoditas unggulan, termasuk melalui sistem budidaya modern seperti hidroponik.
Lahan greenhouse berukuran sekitar 10 x 50 meter tersebut ditanami kurang lebih 7.500 tanaman melon dengan sistem hidroponik drip irrigation. Sistem ini memungkinkan distribusi air dan nutrisi diberikan secara terukur kepada setiap tanaman.
“Produksinya sudah tertata dengan baik. Ini contoh pertanian modern yang bisa terus dikembangkan. Saya juga minta Dinas Pertanian untum terus mendampingi,” pinta Ipuk.
Di dalam greenhouse dikembangkan tiga varietas utama, yakni Kirin atau Golden Kirin dengan warna kuning bernet, Sweet Hami (Hami Gua) berkulit hijau, serta Golden Aroma yang memiliki kulit hijau dengan daging berwarna oranye.
Pengelola greenhouse, Imam Badrus Soleh menjelaskan bahwa usaha budidaya melon di lokasi tersebut telah berjalan sekitar dua tahun. Sebelumnya lahan digunakan untuk menanam cabai, namun kemudian dialihkan karena kondisi lingkungan dinilai lebih cocok untuk melon.
Dalam proses budidaya, setiap tanaman hanya dipertahankan satu buah agar ukuran dan kualitasnya maksimal. Masa tanam hingga panen berlangsung sekitar 70–80 hari dengan keseluruhan proses produksi sekitar tiga bulan.
“Rata-rata produksi per pohon bobotnya itu 1,5 sampai 2 kilogram. Melon ini umurnya hanya 3 bulan. Setelah panen, tanaman dibongkar dan dilakukan penanaman ulang,” kata Badrus.
Setiap dua minggu sekali, greenhouse tersebut mampu menghasilkan sekitar 1.000 buah melon.
Untuk tingkat kemanisan, varietas Kirin dan Sweet Hami dapat mencapai brix 16–18, sedangkan Golden Aroma berkisar antara brix 13–15 saat panen.
“Harga jual melon bervariasi. Varietas Kirin dipasarkan sekitar Rp35.000 per kilogram, sedangkan Sweet Hami dan Golden Aroma sekitar Rp30.000 per kilogram. Untuk pasar sementara masih wilayah Banyuwangi dan beberapa juga dijual ke Jember,” kata Badrus. (tim)
