Cegah Penumpukan di Merak, Kapolri Sarankan Metode First Come First In
JAKARTA (AktualLine.com)–Polri akan menggelar Operasi Ketupat pada 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan guna mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Tahun ini, pengamanan mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia” dengan pendekatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum.
Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait pengamanan dan pelayanan arus mudik 2026 di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Salah satu fokus pengamanan berada di wilayah Banten yang menjadi titik krusial penyeberangan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Untuk mengantisipasi kepadatan, Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas serta optimalisasi tiga pelabuhan utama.
Di Pelabuhan Merak, pengaturan dibagi dalam tiga kondisi. “Pada situasi hijau di Pelabuhan Merak ada 7 dermaga yang dimanfaatkan, ada jalan kaki, roda 4 penumpang, dan seterusnya. Situasi hijau antrean dalam keadaan normal. Kemudian situasi kuning, antrean kendaraan sampai dengan SPBU Cikuasa Atas. Dan situasi merah manakala antrean kendaraan sampai dengan Gerbang Tol Merak,” kata Sigit.
Pengaturan serupa juga diterapkan di Pelabuhan Ciwandan yang memiliki tiga dermaga, dengan pembagian kondisi hijau, kuning, dan merah sesuai panjang antrean kendaraan.
Sementara di Pelabuhan BBJ, pengaturan diperuntukkan bagi kendaraan berat seperti truk tangki, truk tronton, dan alat berat. Di lokasi ini, situasi hijau ditetapkan saat arus lancar, situasi kuning ketika antrean mencapai pintu masuk pelabuhan, serta situasi merah apabila buffer zone di PT SMI dan Jalan Lingkar tidak lagi mampu menampung kendaraan.
Khusus pada puncak arus mudik, mantan Kabareskrim Polri tersebut mengusulkan penerapan metode first come first in guna mencegah penumpukan akibat penyesuaian waktu tiket.
“Jadi di puncak arus mudik, kami mohon izin kepada stakeholder terkait, siapa yang datang duluan dia langsung masuk kapal. Oleh karena itu mohon juga ada kebijakan-kebijakan terkait dengan hal-hal yang menyangkut penyeberangan,” jelasnya.
Menurutnya, apabila pemudik tetap harus menyesuaikan waktu keberangkatan secara kaku sesuai tiket, potensi antrean panjang sangat mungkin terjadi. Karena itu, fleksibilitas kebijakan dinilai penting agar arus penyeberangan tetap lancar. (tim)
