Cuaca Buruk Warnai Pencarian Korban Hanyut di Sungai Sampeanbaru Bondowoso
BONDOWOSO (AktualLine)—Proses pencarian terhadap seorang pria yang diduga hanyut di Sungai Sampeanbaru, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, masih terus dilakukan hingga hari kedua. Puluhan personel bersama tim SAR gabungan dikerahkan menyusuri aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup kuat.
Korban diketahui bernama Adi Yanto (45), warga Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura. Sejak pagi hari, tim gabungan telah melakukan penyisiran ulang dengan berjalan kaki di sepanjang bantaran sungai, namun upaya tersebut sempat terhenti akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menjelaskan bahwa pencarian sebelumnya telah dilakukan mulai dari titik yang diduga sebagai lokasi awal kejadian hingga ke Dam 2. Metode penyisiran dilakukan secara manual di sepanjang tepi sungai, menyesuaikan dengan kondisi arus Sungai Sampeanbaru yang cukup deras.
“Pencarian kemarin dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun dihentikan karena cuaca hujan,” kata AKBP Aryo saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, saat ini tim masih menunggu kedatangan tim Bosamba yang dinilai memiliki pemahaman lebih mendalam terkait karakter dan kontur Sungai Sampeanbaru. Tim tersebut akan berperan sebagai pemandu atau sweeper sebelum pencarian dilanjutkan menggunakan perahu.
“Pertimbangan utama kami adalah arus sungai yang deras dan kontur batuan di sungai yang cukup berbahaya. Karena itu, kami menunggu tim Bosamba untuk memastikan teknis dan keamanan sebelum turun ke sungai,” jelasnya.
Selain melibatkan tim SAR dari Jember dan Banyuwangi serta relawan, keluarga korban juga turut ambil bagian dalam proses pencarian. Mereka yang merupakan warga setempat dinilai cukup memahami titik-titik sungai yang biasa dilalui masyarakat.
Namun demikian, pencarian sempat kembali dihentikan sementara sambil menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan tim SAR dan Bosamba, mengingat kondisi cuaca yang kembali memburuk.
AKBP Aryo menegaskan bahwa seluruh upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Di sini kita saling bersinergi dan berkolaborasi. Tujuan kita satu, yakni membantu mengevakuasi korban dan berharap bisa segera ditemukan,” pungkasnya. (tim)
