Dialog Buka Puasa di Rumah Kebangsaan, Bupati Banyuwangi Disambut Positif Tokoh Lintas Elemen

vslbluimji_whatsapp-image-2026-02-27-at-074249

BANYUWANGI (AktualLine.com)– Suasana dialog penuh keakraban mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri Ipuk Fiestiandani, Kamis (26/02/2026), di Rumah Kebangsaan Banyuwangi yang diasuh Hakim Said di Karangrejo. Pertemuan tersebut menghadirkan lebih dari seratus tokoh dari berbagai latar belakang.

Beragam unsur masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari tokoh agama, pejabat pemerintah, aktivis sosial, pendidik, tokoh perempuan, kalangan pers, LSM hingga budayawan. Sejumlah peserta yang datang diketahui selama ini juga aktif memberikan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Hakim Said, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung semangat sinergitas 3KO (Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi) sebagai landasan pembangunan daerah. Menurutnya, forum ini menjadi ajang mempererat ukhuwah Ramadhan sekaligus memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Ini waktunya kita tandang bareng untuk mewujudkan Banyuwangi yang asri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa kritik masyarakat merupakan bentuk perhatian terhadap jalannya pemerintahan.

“Ketika ada kritik kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, itu adalah bukti kecintaan masyarakat dan kepedulian terhadap pemerintah,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan, namun tetap harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak menghalangi masyarakat untuk memantau pemerintah. Tetapi jangan pula menggoda pemerintah untuk tidak taat pada aturan,” pungkasnya.

Salah satu peserta, Herman Sjahthi, mengaku bersyukur dapat berdialog langsung dengan kepala daerah dalam suasana yang terbuka.

“Saya bersyukur bisa berdialog langsung dengan Bupati seperti ini. Berbagai persoalan yang selama tak terselesaikan bisa didialogkan dengan baik,” ungkapnya.

Pendapat serupa disampaikan Andi Purnama. Podcaster yang sering membahas kebijakan publik itu menilai forum dialog yang berlangsung secara egaliter memberikan kesan positif.

“Ada pertukaran perspektif dan pemikiran di antara kami yang kemudian melahirkan saling kepahaman. Jadi, tidak lagi hanya satu sisi dalam melihat sebuah peristiwa,” paparnya.

Sementara itu, KH. Achmad Wahyudi yang menyampaikan tausiyah dalam kegiatan tersebut menilai keberanian pemimpin untuk hadir langsung menjelaskan persoalan merupakan sikap kepemimpinan yang baik.

“Kita lihat saat ini, bagaimana Ibu Ipuk menjelaskan soal tambang, infrastruktur jalan, hingga layanan publik seperti ini, adalah sebuah keberanian dari seorang pemimpin. Hadir langsung dan menuntaskan persoalan merupakan karakter yang baik,” urainya.

Selain Bupati Banyuwangi, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Mujiono, Kepala Kementerian Agama Choironi Hidayat, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni, Ketua FKUB Banyuwangi Nur Chozin, budayawan Aekanu Hariyono serta sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi. (tim)