Diaspora Banyuwangi Perkuat Solidaritas Lewat Spirit Tandang Bareng

IMG-20260324-WA0010

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Komitmen kebersamaan dalam balutan spirit tandang bareng kembali menguat dalam ajang Diaspora Banyuwangi yang digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Senin (23/3/2026). Nilai khas masyarakat Osing tersebut dimaknai sebagai semangat gotong royong, saling membantu, dan berjalan bersama dalam membangun daerah.

“Semangat tandang bareng ini adalah modal yang terus kita jaga. Tak bisa kita berjalan sendiri-sendiri. Tapi, harus kompak dan saling membantu,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka kegiatan.

Acara tahunan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para perantau Banyuwangi yang datang dari berbagai daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Papua, hingga luar negeri seperti Jerman dan Amerika Serikat, berkumpul dalam suasana yang diiringi musik kendang kempul serta sajian kuliner khas daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga mengajak diaspora untuk terus ambil bagian dalam pembangunan daerah. “Berkat kerjasama kita semua, saat ini Banyuwangi terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia memaparkan sejumlah capaian daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 yang mencapai 5,65 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen dan Provinsi Jawa Timur 5,33 persen. Pendapatan per kapita pun meningkat menjadi Rp67,08 juta, tertinggi di kawasan Sekarkijang yang meliputi Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang.

Tak hanya itu, angka kemiskinan juga menurun menjadi 6,13 persen atau turun 0,41 persen dari tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat nasional maupun provinsi. Sementara itu, Gini Rasio berada di angka 0,29 dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 3,94 persen.

“Capaian ini, bukan semata kerja kami. Tapi, atas doa, dukungan dan tandang bareng semua pihak. Termasuk juga para diaspora yang terus mengharumkan Banyuwangi,” imbuhnya.

Semangat tandang bareng juga tercermin dari kontribusi diaspora di berbagai daerah. Nur Hidayat dari Ikawangi Sumatera Utara menuturkan bantuan warga Banyuwangi dalam penanganan bencana banjir bandang di wilayahnya.

“Atas bantuan dari warga Banyuwangi, kami bisa membuka puluhan sumur bor untuk akses air bersih bagi warga yang tinggal di Sibolga dan Aceh,” ungkap Nur Hidayat.

Hal senada disampaikan Wulan, diaspora asal Kalibaru yang kini menetap di Osaka, Jepang. Ia menyatakan kesiapannya membantu warga Banyuwangi yang ingin bekerja di Jepang melalui skema kerja sama pemerintah.

“Kami siap membantu, jika ada warga Banyuwangi yang ingin bekerja di Jepang. Melalui program G to G (kerjasama antar pemerintah), sedang dibutuhkan banyak nakes (tenaga kesehatan) di Jepang,” tutur perempuan yang telah tiga dekade tinggal di negeri Sakura tersebut.

Sementara itu, Penasehat Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat, Arief Yahya, menekankan pentingnya peran diaspora dalam mendorong pembangunan daerah sesuai kapasitas masing-masing. Ia juga mengingatkan perlunya pemahaman terhadap sektor unggulan Banyuwangi.

“Ada tiga core utama ekonomi Banyuwangi. Yang pertama, pariwisata. Semuanya bisa turut mempromosikan wisata Banyuwangi di tempat perantauan masing-masing. Jadilah duta terbaik Banyuwangi,” paparnya.

Selain sektor pariwisata, lanjutnya, Banyuwangi juga memiliki potensi pada blue economy serta peran strategis sebagai penghubung wilayah Indonesia barat dan timur. “Seiring dengan koneksitas tol Prosiwangi yang tidak dalam waktu lama akan tersambung sampai Banyuwangi, ini akan jadi hub ekonomi baru. Banyuwangi jadi gerbang masuk barang ke Indonesia Timur,” tandasnya. (tim)