Empat Tahun Berjalan, Program Bunga Desa Banyuwangi Sentuh 110 Desa

lspqvwzhxj_whatsapp-image-2025-12-08-at-141749

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus menunjukkan konsistensinya dalam mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Sejak diluncurkan pada 2021, program ini telah menjangkau 110 desa dari total 189 desa yang ada di Banyuwangi.

Pekan ini, kegiatan Bunga Desa kembali digelar di wilayah Kecamatan Licin, tepatnya di Desa Jelun, Tamansari, Licin, dan Pakel, Senin (8/12/2025). Beragam sektor pelayanan digeber secara terpadu, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur, bantuan sosial, penguatan UMKM, hingga pengembangan potensi desa.

Di Desa Jelun, misalnya, digelar pelayanan kesehatan gratis yang dilengkapi dengan layanan dokter spesialis penyakit dalam dan geriatri. Selain pemeriksaan kesehatan, juga dilakukan sarasehan kesehatan mental untuk para lansia yang dipandu oleh psikolog.

“Jadi ketika diperiksa terdapat indikasi gangguan kesehatan, bisa langsung diperiksa dan ditangani oleh dokter spesialis,” kata Ipuk.

Ipuk juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara bergilir menghadirkan dokter spesialis di puskesmas, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan tersebut.

Tak hanya di bidang kesehatan, berbagai program sosial turut digulirkan selama Bunga Desa berlangsung. Mulai dari bedah rumah tidak layak huni, bantuan alat usaha Warung Naik Kelas (Wenak), penyaluran sembako, hingga santunan bagi anak yatim.

Di sektor pendidikan, kegiatan dipusatkan di SMPN 1 Licin dengan agenda beragam. Di antaranya pelatihan coding dan AI untuk guru, pelatihan Smart Gasing PISA, edukasi kebencanaan bagi siswa oleh BPBD, hingga parenting untuk wali murid oleh psikolog.

Selain pelayanan, Ipuk juga meninjau langsung berbagai potensi wisata dan UMKM desa. Di Desa Licin, ia mengunjungi wisata alam Banyu Kuwung, pemandian mata air alami yang berada di lereng Gunung Ijen, tepatnya di Dusun Panggang.

“Tempatnya bagus dan asri, cocok untuk liburan keluarga. Saya minta Pak Camat dan dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan agar makin berkembang,” kata Ipuk.

Menurutnya, desa-desa di kawasan Kecamatan Licin yang berada di lereng Gunung Ijen memiliki banyak potensi wisata, mulai dari kuliner, UMKM, hingga homestay. Karena itu, dalam Bunga Desa juga digelar pelatihan pembuatan konten promosi serta bantuan alat konten kreator untuk mendukung promosi wisata desa.

Berbagai layanan administrasi publik pun dihadirkan langsung di lokasi Bunga Desa. Di antaranya layanan Adminduk (KTP, KK, KIA), layanan HAKI, perizinan dan NIB, klinik UMKM, rekomendasi SDA dan register Hippam, pembayaran PBB dan pajak daerah, hingga layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam setiap kunjungannya, Ipuk juga selalu berdialog dengan kepala desa se-Kecamatan Licin, warga, serta tokoh masyarakat untuk menyerap aspirasi dan mengurai persoalan yang ada di desa.

“Apa yang menjadi aspirasi warga kami tampung, dan kami carikan solusinya. Penyelesaiannya ada yang butuh waktu seperti masalah infrastruktur, ada yang bisa langsung kami eksekusi,” tutup Ipuk. (tim)