Festival Durian Songgon Jadi Cara Desa Kenalkan Potensi Lokal ke Publik
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Upaya kreatif dilakukan Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, dalam memperkenalkan potensi lokalnya melalui Festival Durian Songgon yang digelar pada 4–5 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan musim panen durian yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
Kepala Desa Songgon, M. Qodari, menjelaskan bahwa saat ini desa sedang memasuki masa panen raya durian.
Namun, hasil panen tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat faktor cuaca.
“Saat ini kami sedang panen raya. Produksi panen pada tahun ini menurun sedikit, sekitar 70 persen dari tahun lalu karena faktor cuaca. Untuk durian asli Songgon masih bisa dijumpai sampai akhir April, setelahnya mungkin sudah banyak berkurang karena masa panennya akan habis,” jelas M. Qodari.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan pemuda karang taruna.
Berbagai kegiatan turut meramaikan acara, seperti kontes durian, bazar, sarasehan pengembangan durian, hingga agenda makan durian sepuasnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi langkah kreatif yang dilakukan Desa Songgon dalam mengangkat potensi daerah melalui pendekatan festival.
“Ini patut kita apresiasi bagaimana desa berinisiasi mengangkat potensinya lewat cara kreatif seperti festival durian ini,” kata Ipuk.
Ia juga menilai kegiatan semacam ini bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mempromosikan potensi lokal masing-masing.
“Ini merupakan bentuk inovasi sekaligus kreativitas yang membanggakan dan patut diteladani oleh desa-desa lainnya dalam upaya mempromosikan potensi lokal masing-masing,” kata Ipuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk turut mencicipi durian khas Songgon yang memiliki warna unik, seperti merah dan oranye. Buah tersebut merupakan hasil panen langsung dari kebun milik warga setempat.
Sebagai informasi, durian merah Banyuwangi telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Dengan status tersebut, durian merah Banyuwangi menjadi satu-satunya di Indonesia yang mendapat perlindungan negara.
Festival Durian Songgon juga menghadirkan kontes durian yang diikuti oleh 42 peserta, terbagi dalam dua kategori, yaitu Durian Lokal Premium dan Durian Warna.
Salah satu pemenangnya adalah Artoni, warga Desa Songgon, yang menamai duriannya “Srengege Wetan”.
“Rasanya manis pulen sedikit ada gurih pahitnya. Untuk dagingnya lumayan tebal,” kata Artoni.
Selain itu, kegiatan makan durian sepuasnya yang digelar pada Minggu (5/4/2026) juga menarik minat pengunjung. Ratusan durian lokal disediakan dan langsung diserbu peserta yang telah mendaftar.
Salah satu pengunjung, Akbar, mengaku sengaja datang untuk merasakan sensasi makan durian sepuasnya.
“Saya sengaja kesini untuk ikut makan durian, cukup bayar Rp. 100 ribu boleh makan sepuasnya berapapun,” katanya.
Diketahui, Kecamatan Songgon merupakan salah satu sentra produksi durian di Banyuwangi.
Luas lahan tanaman durian di wilayah ini mencapai 94,8 hektare dengan total produksi sekitar 3.716 ton pada tahun 2025.
Beragam jenis durian, mulai dari durian pelangi, merah, hingga kuning lokal, menjadi daya tarik tersendiri dalam festival tersebut. (tim)
