FRB Ganti Ketua, Moh Husen Mundur dan Siapkan Ruang Milenial

1768667349858

Moh. Husen (tengah/kaos hitam) saat sedang santai di sebuah cafe

BANYUWANGI (AktualLine)—Forum Rogojampi Bersatu (FRB) yang berdomisili di desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi, resmi berganti kepemimpinan. Dalam rapat pengurus yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, tongkat estafet ketua yang sebelumnya dipegang Irfan Hidayat kini beralih kepada H. Moh. Rofiq.

Pergantian ketua tersebut juga diiringi perubahan dalam struktur kepengurusan. Sekretaris FRB periode 2024–2026, Moh. Husen, menyampaikan pengunduran dirinya dalam rapat pengurus, setelah ditetapkannya H. Moh. Rofiq sebagai ketua baru FRB.

Ia mengaku, sebenarnya pengunduran diri itu bukan keputusan mendadak, melainkan telah direncanakannya sejak jauh hari.

“Saya memang sudah berniat, sejak jauh-jauh hari. Jika memasuki awal tahun 2026 FRB mengadakan rapat-rapat apa pun, maka saya akan pamit mengundurkan diri,” ujar Husen, Minggu (18/1/2026).

Meski demikian, Husen menambahkan, pengunduran dirinya tidak mengurangi rasa hormat dan kebersamaan yang selama ini terjalin. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada ketua baru FRB serta apresiasi kepada ketua sebelumnya.

“Saya mengucapkan selamat kepada H. Rofiq atas amanah sebagai ketua FRB yang baru. Dan secara pribadi saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Irfan, yang selama ini telah bersama-sama berproses dan berjuang membesarkan FRB,” ucapnya.

Penulis buku Jejak Kritik domisili Rogojampi ini menjelaskan, langkah mundurnya dilatarbelakangi rencana pribadi untuk membentuk forum baru. Forum tersebut memiliki semangat pergerakan yang relatif serupa dengan organisasi lain, namun lebih menitikberatkan pada diskusi dan proses belajar bersama.

“Ke depan saya berencana membuat forum sendiri, yang lebih berorientasi pada diskusi atau pembentukan SDM yang matang,” jelasnya.

Meski belum menetapkan nama organisasinya secara resmi, Husen mengungkapkan konsep awal berupa wadah diskusi yang akan digagasnya. Ia berencana menamai kegiatan diskusi tersebut dengan sebutan Diskusi Plat M, yang merupakan singkatan dari Planning and Listening Milenial.

“Plat M artinya Planning and Listening Milenial. Intinya menggali dan mendengarkan apa yang diinginkan teman-teman muda, baik generasi milenial maupun Gen Z. Semua pendapat itu menjadi tabungan planning atau rencana masa depan kita bersama, karena zaman sudah berubah,” ungkapnya.

Menurut Husen, agenda diskusi tersebut akan menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk menyampaikan pandangan mereka tentang berbagai isu strategis, mulai dari persoalan ekonomi sosial masyarakat, pendidikan, hingga pemerintahan.

“Kita ingin tahu bagaimana perspektif anak muda. Pola lama mungkin ada yang perlu ditinggalkan, karena sekarang sudah masuk era digital, serba online, menggunakan teknologi, termasuk era AI atau artificial intelligence,” tandasnya. (tim)