Kalapas Banyuwangi Bersama Dinas Pertanian Tinjau Lahan SAE Paswangi untuk Pengembangan Peternakan

IMG-20260128-WA0067

BANYUWANGI (AktualLine)–Upaya penguatan ketahanan pangan nasional terus digencarkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Salah satu langkah nyata ditunjukkan melalui peninjauan langsung lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi oleh Kepala Lapas Banyuwangi bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Rabu (28/01).

Sebelum turun ke lapangan, kedua pimpinan instansi tersebut terlebih dahulu menggelar pertemuan koordinasi di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. Dalam pertemuan itu, dibahas rencana pengembangan peternakan ayam petelur yang akan dipusatkan di area SAE Paswangi sebagai bagian dari program pembinaan dan kemandirian warga binaan.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan aset lahan yang dimiliki Lapas.

“Kami berkomitmen agar SAE Paswangi tidak hanya menjadi tempat asimilasi, tetapi juga pusat produktivitas yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan teknis dari Dinas Pertanian, kami optimis pembangunan peternakan ayam petelur ini akan berjalan sesuai standar peternakan profesional,” kata Wayan.

Usai pertemuan, rombongan yang terdiri dari Kalapas Banyuwangi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kasi Kegiatan Kerja, Kasi Administrasi Kamtib, serta jajaran terkait langsung menuju lokasi SAE Paswangi. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kelayakan lahan, termasuk aspek akses jalan, ketersediaan sumber air, hingga rencana tata letak kandang ternak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Lapas Banyuwangi. Ia menegaskan pihaknya siap memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan.

“Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi sirkular di lingkungan pemasyarakatan,” jelas Danang.

Ke depan, hasil peninjauan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyusunan perencanaan teknis serta percepatan pembangunan sarana peternakan. Program ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan produktif bagi warga binaan di Lapas Banyuwangi. (tim)