Ngerandu Buko di Marina Boom, Warga dan Turis Nikmati Berbuka di Tepi Senja

ibvstajxpy_whatsapp-image-2026-02-19-at-202107

BANYUWANGI (AktualLine)–Suasana Pantai Marina Boom di Kabupaten Banyuwangi tampak semarak pada hari pertama Ramadan. Ratusan warga memadati kawasan tersebut untuk ngabuburit sekaligus berburu hidangan berbuka dalam gelaran Pasar Takjil “Ngerandu Buko”.

Sebanyak 250 pedagang ambil bagian dalam pasar kuliner yang digelar sejak sore hingga malam hari itu. Tak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan mancanegara juga terlihat menikmati atmosfer khas Ramadan di tepi marina.

“Pasar Ramadan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadan di Banyuwangi. Sangat berbeda sekali suasana Banyuwangi, baik dengan Bali maupun Lombok. Sangat menarik,” kata Glenn, turis asal Amerika Serikat.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pelaksanaan pasar takjil di berbagai kecamatan selama Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pastinya dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Bupati Ipuk saat membuka Pasar Takjil Ramadhan “Ngerandu Buko” di Pantai Marina Boom, Kamis (18/02/2026).

Ramadan memang selalu menjadi momen yang dinanti. Di Banyuwangi, tradisi menunggu waktu berbuka atau “ngerandu buko” dirayakan dengan aneka sajian khas daerah. Di lokasi tersebut, pengunjung bisa menemukan petula (patula), beragam bubur, kolak, precet—olahan pisang khas Banyuwangi—darplok, hingga menu berat seperti nasi tempong dan berbagai minuman segar.

“Salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Kita membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir marina. Lokasi ini jadi andalan kita semua,” kata Dela yang datang bersama teman-temannya.

Ipuk juga mengingatkan agar penyelenggaraan pasar takjil dikelola dengan tertib, terutama terkait kebersihan. Ia mengimbau pedagang dan pembeli membawa tas belanja sendiri guna mengurangi sampah plastik.

“Sampah, terutama material plastik, adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah upaya kita melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), guna mendukung kebijakan Presiden untuk penanganan sampah dan penataan lingkungan.

“Selain itu, untuk menjaga higienitas makanan yang dijual, Laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk mengecek apakah makanan yang dijajakan layak dikonsumsi,” kata Ipuk.

Pasar takjil ini pun menjadi ruang pertemuan antara tradisi, wisata, dan penguatan ekonomi lokal di bulan suci. (tim)