Pemkab Banyuwangi Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Ancaman Bencana

amxijqkv_f_whatsapp-image-2025-12-09-at-124404

BANYUWANGI (AktualLine)–Risiko bencana di Banyuwangi terus meningkat seiring datangnya musim penghujan dan cuaca ekstrem. Kondisi geografis yang didominasi kawasan pegunungan serta wilayah yang berbatasan langsung dengan laut membuat sejumlah titik rawan bencana perlu perhatian khusus.

Untuk memperkuat mitigasi di tingkat tapak, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara rutin menggelar pelatihan tanggap bencana kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan BPBD, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinas Sosial PPKB, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Koordinator Tagana Kabupaten Banyuwangi, Dedy Utomo, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan berbasis masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan ketika bencana terjadi.

“Ketika bencana itu ketika terjadi, yang pertama tahu adalah lingkungan terdekat. Sehingga kami ingin memberikan kemandirian dalam penanggulangan bencana,” kata Dedy.

Ia menambahkan bahwa setiap terjadi bencana, tim kabupaten membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi.

“Maka untuk memperpendek jeda waktu itu, kami siapkan masyarakat dan pemerintahan terdekat untuk jadi garda terdepan,” lanjutnya.

Dedy menjelaskan, selama 2025 Tagana bersama instansi terkait sudah melaksanakan pelatihan serupa di lebih dari 12 titik rawan bencana.

“Minimal kami menggelar sebulan sekali. Tapi juga bisa lebih. Karena kami juga menggelar setiap ada kegiatan Bunga Desa,” ungkapnya.

Salah satu kegiatan pelatihan terbaru berlangsung di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, bertepatan dengan agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Senin (8/12/2025). Dalam simulasi tersebut, ibu-ibu, anak-anak, perangkat desa, PKK, hingga linmas antusias mengikuti berbagai rangkaian latihan.

Jenis pelatihannya pun cukup lengkap, mulai dari simulasi pemadaman kebakaran, penyelamatan saat angin puting beliung dan gempa bumi, penanganan tanah longsor, hingga pembuatan dapur umum.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut hadir menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait langkah awal ketika bencana terjadi.

“Simulasi seperti ini penting agar masyarakat bisa tanggap ketika terjadi bencana. Seperti kita ketahui, sebagaian besar wilayah Banyuwangi adalah rawan bencana. Bukan hanya bencana alam, tapi juga bencana lain seperti kebakaran dan sejenisnya,” kata Bupati Ipuk.

Ia juga menjelaskan bahwa kawasan Tamansari yang berada di lereng Ijen menjadi salah satu wilayah yang terus dibekali pengetahuan mitigasi.

“Termasuk Desa Tamansari yang berada di lereng Ijen, kami latih tanggap bencana. Jadi apabila ada bencana mereka telah memiliki pengetahuan bagaimana melakukan mitigasi dengan baik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mempraktikkan pemadaman api menggunakan kain basah. Menurut Ipuk, latihan sederhana seperti ini bisa membuat warga lebih siap.

“Ibu-ibu tadi sudah mencoba dan bisa memadamkan api dengan menggunakan kain basah. Jadi kalau misal terjadi hal yang tidak diinginkan, diharapkan tidak panik dan bisa mengambil langkah tepat,” terangnya.

Melalui kegiatan rutin ini, Pemkab Banyuwangi berharap masyarakat semakin sigap dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mampu memberikan pertolongan awal sebelum bantuan utama datang. (tim)