Polresta Banyuwangi Dorong Sinergi Publik Hadapi Arus Disinformasi di Era Digital

IMG-20251206-WA0044

BANYUWANGI (AktualLine)—Arus informasi yang semakin deras di ruang digital dinilai membawa tantangan serius bagi stabilitas sosial. Untuk itu, Polresta Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat literasi digital sebagai benteng utama menghadapi disinformasi.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Peradaban Positif di Era Digital”, Jumat (05/12/2025).

Menurut Kapolresta, satu informasi yang tidak akurat dapat memicu keresahan luas di tengah masyarakat serta berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Dampaknya, jelasnya, tidak hanya berhenti pada aspek komunikasi, tetapi juga bisa menghambat laju pembangunan daerah.

“Disinformasi hari ini bukan lagi sekadar isu sepele. Satu unggahan yang keliru bisa berkembang menjadi persoalan besar yang memengaruhi stabilitas sosial hingga program pembangunan,” kata Rama.

Ia menyebut, sebagai daerah yang tengah tumbuh pesat, Banyuwangi juga tidak kebal terhadap ancaman tersebut. Karena itu, pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor.

FGD ini digelar atas kerja sama Polresta Banyuwangi dengan Komunitas Banyuwangi Positif dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) IJTI.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten 1 Banyuwangi Mohammad Yanuarto Bramuda, S.Sos., MBA., MM., Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., Danpuslatpur 7 Marinir Lampon Mayor Marinir Zainal Arifin Tanjung, M.Tr.Opsla., perwakilan Lanal Banyuwangi, anggota Dewan Pers Muhamad Jazuli, Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan, perwakilan HMI, PMII, jurnalis, serta tamu undangan lainnya.

Kapolresta juga memberikan apresiasi khusus kepada Komunitas Banyuwangi Positif yang dinilai konsisten mengampanyekan literasi digital dan menghadirkan konten-konten yang bersifat verifikatif di media sosial.

Pihaknya menerangkan, membendung disinformasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, jurnalis, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas digital.

Ia berharap FGD ini menjadi ruang dialog yang terbuka untuk mempertemukan kepentingan publik sekaligus memperkuat jejaring bersama dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta juga menegaskan peran pers sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga kualitas informasi publik. Jurnalis profesional yang berpegang pada kode etik, katanya, merupakan garda terdepan dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jurnalis yang bekerja secara profesional adalah mitra penting kami dalam menjaga ruang informasi tetap bersih,” jelasnya.

Selain itu, Kapolresta turut menyampaikan penghargaan kepada Syamsul Arifin atau yang akrab disapa Mas Bono atas pengabdiannya memimpin IJTI Korda Banyuwangi periode 2022–2025.

Lebih lanjut, Rama menekankan bahwa penguatan literasi digital merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan ruang digital yang sejuk, konstruktif, serta berorientasi pada kepentingan publik. Ia berharap masyarakat semakin cermat dalam memverifikasi informasi, memahami risiko disinformasi, dan aktif menyebarkan konten-konten positif.

“Ruang digital yang sehat adalah fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya. (tim)