Pra-Konfercab PCNU Banyuwangi 2026, Kader Muda NU Gelar Bedah Buku
Bedah buku generasi muda NU dalam pra-acara Konfercab PCNU Banyuwangi 2026
BANYUWANGI (AktualLine)–Tradisi intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi kembali dirawat melalui kegiatan bedah buku berjudul Pergulatan Wacana Kader Muda NU Ujung Timur Jawa.
Kegiatan yang digelar di Aula Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), Senin (29/12/2025) ini menjadi bagian dari rangkaian pra-acara Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Banyuwangi 2026 yang mengusung tema “Meneguhkan Khidmah, Merajut Harmoni”.
Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa, kader muda NU, serta aktivis organisasi kepemudaan NU. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan, penyerahan cinderamata buku secara simbolis kepada Rektor UNIIB, PCNU Banyuwangi, dan Majelis Alumni IPNU Banyuwangi, hingga sesi bedah buku.
Wakil Rektor III UNIIB, Dr. Kurniatul Faizah, M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi lahirnya buku tersebut sebagai bentuk ikhtiar nyata kader muda NU dalam menjaga tradisi literasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dosen UNIIB yang akrab disapa Kurnia ini menilai, budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat agar generasi muda tidak terjebak pada konsumsi informasi instan yang kerap tidak teruji kebenarannya.
Kurnia berharap, kehadiran buku karya kader muda NU ini menjadi motivasi bersama untuk menghidupkan kembali budaya akademik yang berbasis pada proses berpikir kritis, reflektif, dan bertanggung jawab secara keilmuan.
Pada sesi bedah buku menghadirkan dua narasumber, yakni Lukman Hadi Abdillah, Ketua Majelis Alumni IPNU Banyuwangi, dan Ayung Notonegoro, Sekretaris Majelis Alumni IPNU Banyuwangi.
Keduanya mengulas buku tersebut dari perspektif kaderisasi, tantangan generasi muda NU di era digital, serta pentingnya peran intelektual muda dalam menjembatani dunia kampus dan realitas sosial masyarakat.
Secara terpisah, Ketua Organizing Committee (OC) Konfercab PCNU Banyuwangi, Moh. Karyono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bedah buku tersebut.
Ia menyebut, forum intelektual semacam ini penting sebagai ruang pemanasan gagasan menjelang Konfercab.
Kegiatan pra-acara seperti bedah buku ini, menurut Karyono, sejalan dengan semangat Konfercab PCNU Banyuwangi 2026 yang ingin meneguhkan khidmah ke-NU-an sekaligus merajut harmoni pemikiran dan gerakan kader di berbagai lini.
“Kegiatan bedah buku ini sangat relevan sebagai pra-acara Konfercab. Ini menunjukkan bahwa Konfercab tidak hanya soal suksesi kepemimpinan, tetapi juga penguatan wacana, pemikiran, dan tradisi intelektual NU,” ujar Karyono.
Ia juga kembali menegaskan bahwa Konferensi Cabang PCNU Banyuwangi tetap akan digelar pada 7 Januari 2026 di Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, sesuai dengan amanat dan ketentuan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Konfercab akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, sesuai amanat PBNU. Seluruh tahapan dan agenda terus kami siapkan dengan penuh tanggung jawab,” tandasnya. (tim)
