Hari Purnomo Luncurkan Buku SRAWOENG, Soroti Minimnya Arsip Seni Rupa Banyuwangi
Buku SRAWOENG karya Hari Purnomo sajikan dokumentasi seni rupa Banyuwangi sekaligus menyoroti minimnya arsip seni.
BANYUWANGI (AktualLine.com)—Buku SRAWOENG: Sehimpun Esai, Kritik, dan Catatan Peristiwa Seni Rupa di Banyuwangi 2020–2025 karya Hari Purnomo resmi terbit pada Februari 2026. Buku setebal 408 halaman tersebut diterbitkan oleh Kalimasada Institute.
Dalam bukunya yang kedua, Hari menghadirkan dokumentasi perkembangan seni rupa Banyuwangi yang selama ini belum tersusun secara sistematis. Buku tersebut memuat catatan peristiwa, esai, serta kritik seni rupa dalam kurun waktu 2020 hingga 2025.
Pria domisili Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi ini mengatakan, penulisan buku dilatarbelakangi oleh minimnya arsip seni rupa di Banyuwangi.
“Selama ini banyak peristiwa seni rupa terjadi, tapi tidak terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, jejaknya mudah hilang dan sulit ditelusuri,” ujar Hari, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, penyusunan buku dilakukan melalui pengumpulan arsip visual, wawancara, dan penelusuran data lapangan. Hasilnya berupa kumpulan data dan tulisan yang merekam perkembangan seni rupa Banyuwangi dalam enam tahun terakhir.
“Saya ingin buku ini menjadi fondasi awal, tidak hanya mencatat tetapi juga membuka ruang pembacaan yang lebih luas,” tambahnya.
Selain memuat aspek historis dan pembacaan karya, Hari dalam buku ini juga menyoroti pengalaman perupa Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional. Dosen UNIIB itu mengungkapkan pula gagasannya mengenai kebutuhan infrastruktur kebudayaan, termasuk rencana pengembangan museum seni rupa di daerah.
Sebelum menerbitkan buku, Hari telah aktif dalam kegiatan seni sejak masa kuliah di Universitas Jember. Ia juga pernah mengikuti pameran seni di berbagai forum internasional, di antaranya di Brooklyn, New York, dan Fukuoka, Jepang.
Sejak dirilis, buku SRAWOENG mendapat respons positif dari kalangan seniman, akademisi, dan komunitas seni. Hingga saat ini, Hari menyampaikan, penjualannya tercatat mencapai 411 eksemplar. (tim)
