Pilkades 2027 di Banyuwangi Diproyeksikan Gunakan e-Voting, Simulasi Mulai Digelar Tahun Ini

IMG-20260611-WA0025

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mempersiapkan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2027. Sebagai langkah awal, simulasi penggunaan sistem tersebut akan mulai dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa penerapan e-voting merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Banyuwangi dinilai memiliki kesiapan yang memadai karena menjadi salah satu daerah dengan capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik di Indonesia.

“Ada sekitar 130 desa yang akan melaksanakan pilkades pada Oktober 2027. Harapan dari Kemendagri, Banyuwangi bisa melaksanakan pilkades secara digital melalui e-voting,” katanya.

Menurut Nanin, sebanyak 130 desa direncanakan mengikuti Pilkades serentak 2027. Karena itu, persiapan aplikasi dan perangkat pendukung terus dimatangkan agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar.

“Harapan kami, pada pilkades serentak 2027 nanti, seluruh desa bisa melaksanakan e-voting. Aplikasi ini nanti akan disiapkan oleh Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan sistem digital memiliki sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional. Salah satunya mampu meminimalkan persoalan yang kerap muncul saat proses penghitungan suara secara manual.

“Biasanya persoalan muncul saat penghitungan suara, misalnya soal suara sah dan tidak sah. Dengan e-voting, hal ini bisa dihindari,” terangnya.

Selain itu, e-voting juga dinilai dapat mempercepat proses rekapitulasi hasil pemungutan suara. Setelah waktu pencoblosan berakhir, hasil perolehan suara dapat diketahui secara langsung tanpa harus menunggu penghitungan surat suara satu per satu.

“Keunggulan lain dari sistem ini adalah kecepatan penghitungan suara. Begitu waktu pemungutan suara berakhir, hasil perolehan suara dapat langsung diketahui tanpa harus menunggu proses pembukaan dan penghitungan surat suara satu per satu,” beber Nanin.

Meski menggunakan sistem digital, masyarakat tetap harus datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Sistem ini juga diharapkan dapat menekan angka golput karena data pemilih akan terintegrasi secara langsung dalam aplikasi.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Pemkab Banyuwangi akan melakukan sosialisasi sekaligus simulasi penggunaan e-voting di sejumlah desa yang akan menggelar Pilkades.

“Mulai Juni ini kami akan melakukan simulasi secara bertahap. Tujuannya agar masyarakat desa semakin familiar dengan penggunaan e-voting sebelum hari pelaksanaan nanti,” tandasnya. (tim)