Kakanwil Ditjenpas Jatim Tekankan Tiga Kunci Pemasyarakatan Aman saat Kunjungi Lapas Banyuwangi

IMG-20260706-WA0073

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur (Kakanwil Ditjenpas Jatim), Kusnali, menegaskan pentingnya penerapan strategi Tiga Kunci Pemasyarakatan Aman sebagai fondasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas di lingkungan pemasyarakatan. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Senin (6/7).

Kegiatan penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang berlangsung di Aula Sahardjo itu diikuti seluruh pegawai Lapas Banyuwangi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Jember, Kepala Lapas (Kalapas) Lumajang, beserta jajaran masing-masing.

Dalam arahannya, Kusnali menjelaskan bahwa keberhasilan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman bergantung pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah menjaga kekompakan dan kebersamaan antarsesama petugas sebagai benteng utama dalam menjalankan tugas.

“Kunci pertama untuk mewujudkan pemasyarakatan yang aman adalah menjaga kekompakan dan kebersamaan antarpetugas. Solidaritas dan komunikasi yang baik di internal adalah benteng pertama kita,” kata Kusnali.

Ia menerangkan, pilar kedua adalah memastikan hak-hak warga binaan diberikan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara pilar ketiga menitikberatkan pada pelaksanaan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) secara profesional, benar, dan menjunjung tinggi integritas.

Selain menekankan tiga pilar tersebut, Kusnali juga mengingatkan seluruh petugas agar terus memperkuat pengamanan di dalam lapas dan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkoba.

“Tidak ada ruang bagi narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Semua petugas wajib aktif melakukan pencegahan dini dan menjaga marwah institusi dengan integritas tanpa batas,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kusnali juga mengingatkan pentingnya menjalankan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, seluruh program tersebut harus diimplementasikan secara konsisten karena selaras dengan visi besar Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Di akhir arahannya, Kusnali memberikan apresiasi terhadap capaian Lapas Kelas IIA Banyuwangi. Ia menilai berbagai program yang dijalankan telah menunjukkan hasil positif, mulai dari pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi warga binaan, dukungan terhadap program ketahanan pangan, hingga komitmen dalam pemberantasan peredaran telepon genggam ilegal dan narkoba.

“Kami sangat mengapresiasi Lapas Banyuwangi yang telah sukses menjalankan program aksi nyata, mulai dari pengembangan pembinaan UMKM bagi warga binaan, kontribusi nyata dalam program ketahanan pangan, hingga langkah tegas dan konsisten dalam pencegahan dan pemberantasan handphone serta narkoba,” pungkas Kusnali. (tim)