Helikopter Water Bombing Tiba di Kawah Ijen, Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Udara

jfxrpyudlf_whatsapp-image-2026-09-06-at-140429

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, kini mendapat dukungan pemadaman melalui udara. Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding Kawah Ijen, Minggu pagi (6/9/2026), untuk membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani dari jalur darat.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Murniawan, mengatakan helikopter tersebut diarahkan untuk menangani dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu.

“Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas yang mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti,” kata Patria.

Menurut Patria, salah satu lokasi kebakaran memiliki bentangan cukup panjang dan mengarah ke bawah. Di kawasan tersebut juga terdapat jurang yang cukup dalam. Sementara itu, api yang bergerak ke arah atas disebut telah berhenti di sekitar bibir kawah.

Meski demikian, kondisi medan di kawasan tersebut tidak sederhana. Banyak punggung bukit yang menyerupai labirin sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pola pemadaman, termasuk lokasi pengambilan air bagi helikopter.

“Untuk pengambilan air tadi sudah dipastikan oleh BPBD untuk mengambil dari dua embung di Medco. Karena yang paling dekat dan paling memungkinkan secara obstacle,” terangnya.

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur, Bagio, menjelaskan bahwa pemadaman udara diprioritaskan pada kawasan jalur pendakian. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu jalur wisata yang ramai dikunjungi, termasuk oleh wisatawan mancanegara.

“Untuk operasi pemadaman (udara) ini, kita prioritaskan jalur pendakian,” jelas Bagio.

Ia mengatakan frekuensi penyiraman menggunakan helikopter dalam sehari belum dapat ditentukan secara pasti. Pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi cuaca serta ketersediaan sumber air yang memungkinkan dijangkau dari lokasi operasi.

“Kalau seperti di Semeru, sehari bisa 20 kali, karena lokasi air dekat. Kalau di sini (Ijen) kita nggak bisa memutuskan. Tergantung dengan weather. Apalagi di atas anginnya kencang sekali,” tutur dia.

Untuk mendukung operasi tersebut, petugas telah menyiapkan beberapa sumber air. Salah satunya berada di embung kawasan Medco Geothermal yang dinilai cukup memungkinkan untuk digunakan dalam operasi water bombing.

Bagio menambahkan, BPBD Jawa Timur ke depan akan mengusulkan pembangunan embung khusus kepada Perhutani dan BKSDA di kawasan Ijen. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air apabila terjadi kebakaran serupa pada masa mendatang.

“Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita nggak siap untuk itu. Jadi yang sering kita ngambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat,” kata Bagio.

Sementara itu, kawasan yang berada di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari aktivitas wisatawan. Jalur pendakian juga masih ditutup selama proses penanganan berlangsung.

Sebelum helikopter melakukan penyiraman, petugas di lapangan melakukan pemantauan visual untuk memastikan titik api yang menjadi prioritas penanganan. Strategi tersebut dilakukan agar operasi pemadaman udara dapat diarahkan secara efektif ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi respons Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memberikan dukungan helikopter water bombing untuk penanganan karhutla di kawasan Ijen.

“Alhamdulillah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water bombing direspons cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam,” kata Bupati Ipuk. (tim)