Satgas Pangan Polda Jatim Telusuri Beras Premium yang Dijual di Atas HET

IMG-20260907-WA0063

SURABAYA (AktualLine.com)–Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Perum Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pucang, Surabaya, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengecek secara langsung kondisi pasokan sekaligus perkembangan harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras dan Minyakita.

Sidak digelar menyusul adanya laporan masyarakat mengenai kenaikan harga beras premium dalam beberapa waktu terakhir. Petugas gabungan mendatangi sejumlah lapak pedagang untuk memastikan kondisi stok dan harga yang berlaku di tingkat pengecer.

Dirreskrimsus Polda Jatim sekaligus Kasatgas Pangan Jatim, Kombes Pol Dodi Ruyatman, mengatakan pengecekan di lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya terkait pasokan dan harga beras.

“Satgas Pangan turun bersama untuk mengecek suplai beras, terutama varian premium. Kami mengonfirmasi adanya informasi mengenai kelangkaan dan tingginya harga beras premium di pasar,” kata Kombes Pol Dodi Ruyatman di sela-sela sidak.

Dari hasil pemantauan, stok beras premium di Pasar Pucang masih relatif aman dan tersedia. Sejumlah merek bahkan ditemukan masih dijual dengan harga sesuai ketentuan. Namun, petugas juga mendapati beberapa merek beras premium yang dipasarkan dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Temuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti Satgas Pangan Polda Jatim dengan menelusuri rantai distribusi beras. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui penyebab harga sejumlah beras premium dapat berada di atas HET ketika sampai ke tingkat pedagang.

“Kami akan menelusuri dari mana asal pasokan beras yang dijual di atas HET ini. Kita harus tahu rantai distribusinya hingga harganya bisa melonjak di tingkat pedagang,” tegasnya.

Pengawasan juga diarahkan untuk mencegah kemungkinan adanya praktik kecurangan dalam perdagangan beras, termasuk aksi spekulan. Salah satu modus yang menjadi perhatian adalah pengoplosan atau repacking, yakni beras medium yang dikemas kembali menggunakan karung berlabel premium untuk memperoleh keuntungan lebih besar.

“Kami memonitor ketat potensi perilaku menyimpang dari oknum pengusaha. Misalnya, memanipulasi beras medium menjadi kemasan beras premium. Namun, khusus di Pasar Pucang hari ini, kami belum menemukan indikasi kecurangan tersebut. Monitoring akan terus kami lakukan secara berkala,” jelas Kombes Pol Dodi.

Di sisi lain, Perum Bulog Divre Jatim memastikan distribusi beras di wilayah Jawa Timur tetap berjalan normal. Untuk membantu menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan, Bulog juga terus menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke sejumlah pasar.

“Suplai dari kami lancar dan beras premium tetap tersedia di pasar. Selain itu, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) terus kami gelontorkan secara masif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di seluruh wilayah Jawa Timur,” kata perwakilan Bulog.

Bulog menyebut kenaikan harga beras premium saat ini lebih berkaitan dengan faktor musiman. Kondisi tersebut terjadi setelah periode panen raya terlewati sehingga volume produksi mengalami penurunan.

Selain beras, tim gabungan turut memeriksa ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer. Hasil pemantauan menunjukkan pasokan komoditas tersebut masih aman. Bulog menyebut harga Minyakita dari Bulog berada di angka Rp15.700 untuk membantu menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. (tim)