Banyuwangi Dorong Budaya Refill untuk Pangkas Sampah Kemasan Sekali Pakai

IMG-20260907-WA0044

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemkab Banyuwangi mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau refill. Inisiatif ini dilakukan bersama The Partnership for Plastics in Indonesian Society (PISCES), startup belanja ramah lingkungan Alner, dan Gerakan Banyuwangi Hijau.

Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Banyuwangi ASRI yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Pendopo Sabha Swagata, Minggu (6/9/2026). Sistem refill memungkinkan masyarakat membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dengan mengisi ulang produk ke dalam wadah yang bisa digunakan berkali-kali.

Sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti sabun, deterjen, beras, minyak goreng, dan produk lainnya dapat dibeli melalui sistem tersebut. Konsumen bisa membawa wadah sendiri atau memanfaatkan wadah yang disediakan Alner. Wadah milik Alner kemudian dapat dikembalikan untuk dicuci dan digunakan kembali dalam proses pengisian ulang.

Director PISCES Prof. Susan Jobling dari Brunel University, Inggris, menjelaskan bahwa program refill menjadi bagian dari upaya melengkapi ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang telah dikembangkan di Banyuwangi melalui Gerakan Banyuwangi Hijau dan Project STOP.

Menurut Susan, ekosistem tersebut meliputi pembangunan TPS3R, penyediaan armada dan tenaga pengangkutan, penguatan kelembagaan dan pembiayaan, hingga sistem pengumpulan sampah.

“Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu dan dukungan lintas sektor. Peneliti, sektor swasta, dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bekerja bersama,” kata Susan.

PISCES memberikan dukungan kepada Alner sebagai pelaksana utama pilot komersial fasilitas refill, baik dalam aspek akademik maupun finansial. Sejak 2023, PISCES juga menginisiasi Living Lab di Banyuwangi sebagai ruang kolaborasi antara peneliti, pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan para inovator dalam pengelolaan sampah plastik.

Sementara itu, CEO Alner Bintang Ekananda menerangkan bahwa saat ini Alner telah menjalin kemitraan dengan 20 toko yang tersebar di Kecamatan Kalipuro, Giri, Glagah, dan Banyuwangi. Ke depan, jaringan tersebut akan diperluas dengan menggandeng PKK, Dharma Wanita, serta warung sebagai reseller melalui mekanisme konsinyasi.

Bintang menjelaskan, konsumen dapat membeli produk di toko atau mitra Alner dengan membawa wadah sendiri maupun menggunakan wadah yang disediakan Alner. Pada pembelian berikutnya atau ketika melakukan refill, konsumen yang menggunakan wadah Alner dapat mengembalikan kemasan kosong tersebut.

Kemasan yang dikembalikan selanjutnya dikumpulkan dan dicuci oleh Alner sebelum dikembalikan kepada produsen untuk diisi ulang.

“Dengan mekanisme ini, kemasan dapat digunakan kembali sehingga sampah kemasan sekali pakai dapat ditekan sejak dari sumbernya,” kata Bintang.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi kolaborasi pengembangan ekosistem refill tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas refill membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang sekali pakai.

“Setiap kemasan yang tidak menjadi sampah berarti mengurangi beban rumah tangga, petugas, kendaraan, fasilitas pengolahan, hingga tempat pemrosesan akhir,” terang Mujiono. (tim)