Kapolri Tekankan Kompetensi dan Penguasaan Teknologi untuk Hadapi Perubahan Industri

IMG-20260915-WA0023

SUKABUMI (AktualLine.com)–Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pekerja di tengah perubahan dunia industri yang berlangsung cepat. Penguasaan teknologi, keterampilan, dan kemampuan manajerial dinilai menjadi bekal penting agar tenaga kerja mampu beradaptasi sekaligus bersaing secara global.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Puncak Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

Menurut Kapolri, perkembangan teknologi, otomasi, dan kecerdasan buatan telah membawa perubahan terhadap kebutuhan dunia industri. Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi bagian penting agar pekerja tetap relevan dengan perkembangan sektor usaha.

“Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan produktivitas pekerja,” kata Kapolri.

Kapolri juga menilai sektor tekstil, sandang, kulit, dan alas kaki masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan global, ketergantungan terhadap sebagian bahan baku impor, hingga tingginya biaya energi dan logistik. Karena itu, penguatan teknologi perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan pekerja.

“Rekan-rekan buruh harus terus meningkatkan keterampilan, penguasaan teknologi, dan kemampuan manajerial agar mampu beradaptasi dan bersaing secara global,” jelas Kapolri.

Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN di Purwakarta segera diresmikan. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana pendidikan dan pelatihan bagi anggota KSPSI sekaligus membantu pekerja memperoleh keahlian baru sesuai kebutuhan industri.

“Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan dan pelatihan anggota KSPSI, sehingga mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas sumber daya pekerja,” terang Kapolri.

Dalam sambutannya, Kapolri turut mencontohkan SMK Mitra Industri di Kawasan MM2100, Bekasi, yang memiliki pola pengembangan tenaga kerja terampil. Menurutnya, model tersebut dapat menjadi salah satu contoh yang diterapkan di kawasan industri lainnya.

Kapolri menegaskan peningkatan kompetensi bukan hanya menjadi tanggung jawab pekerja. Perusahaan juga perlu memberikan ruang dan dukungan agar buruh dapat mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain kompetensi, pekerja diharapkan membangun budaya kerja yang disiplin dan inovatif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai dapat mendukung transformasi industri, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang bagi pekerja untuk mengisi posisi manajerial dan strategis di perusahaan.

Penguatan kemampuan tenaga kerja juga berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan. Semakin baik kompetensi dan profesionalisme pekerja, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan perusahaan dan daya saing industri.

“Perusahaan juga harus memberikan ruang dan dukungan bagi peningkatan kompetensi pekerja, sekaligus terus tumbuh dan berkembang, memenuhi hak-hak pekerja, serta menempatkan pekerja sebagai mitra dan aset penting perusahaan,” pungkas Kapolri. (tim)