Polri Kerahkan Tiga Kapal Polisi Perkuat Pencarian KM Virgo Transport 8
JAKARTA (AktualLine.com)–Operasi pencarian dan evakuasi KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan sekitar Pulau Masalembu terus diperkuat. Polri mengerahkan tiga Kapal Polisi untuk mendukung operasi SAR bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.
Ketiga kapal tersebut diberangkatkan Korpolairud Baharkam Polri menuju lokasi kejadian. Masing-masing yakni KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel dengan jarak sekitar 80 mil laut (NM) dan estimasi waktu tempuh tujuh jam, KP Ibis-6001 dalam posisi BKO Kalteng dengan jarak sekitar 103 NM dan estimasi sembilan jam, serta KP Manyar-5003 dalam posisi BKO Surabaya dengan jarak sekitar 200 NM dan estimasi waktu tempuh 24 jam.
Sebelum diberangkatkan, ketiga Kapal Polisi tersebut telah melakukan persiapan bekal ulang. Pengerahan itu ditujukan untuk memperkuat pencarian sekaligus proses evakuasi korban di lokasi kejadian.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menerangkan, prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut adalah menemukan dan menyelamatkan penumpang serta awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian. Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” kata Brigjen Pol. Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan data sementara per Minggu (13/9/2026) pukul 09.00 WIB, kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu, dengan jarak kurang lebih 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
KM Virgo Transport 8 diketahui membawa 243 orang atau Person On Board (POB), yang terdiri atas sekitar 215 penumpang dan 30 awak kapal. Sebanyak 125 orang telah dievakuasi, dengan rincian 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Adapun 118 orang lainnya masih dalam pencarian.
“Data sementara mencatat 243 orang berada di kapal. Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan dan mengevakuasi mereka yang masih dalam pencarian,” jelas Trunoyudo.
Selain kekuatan Polri, operasi SAR juga melibatkan sejumlah kapal dan armada pendukung. Di antaranya KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, satu unit helikopter Polda Kalteng, serta satu unit helikopter Basarnas Surabaya.
Basarnas mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP menurunkan 10 personel yang telah bergerak menuju lokasi menggunakan KNP 382 sejak pukul 07.00 WITA.
“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” terang Trunoyudo.
Di wilayah Kalimantan Selatan, operasi melibatkan Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, serta sejumlah unsur terkait. Polairud Polda Kalsel juga terus berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya untuk mendukung kegiatan di lapangan.
Sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan penghimpunan informasi, Posko Operasi SAR telah didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin.
Dukungan penanganan juga datang dari Polda Jawa Timur karena KM Virgo Transport 8 diketahui bertolak dari Surabaya. Ditpolairud Polda Jatim menyiapkan satu tim beranggotakan sembilan personel untuk membantu operasi SAR dan melakukan koordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.
Di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak turut mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan. Posko tersebut melibatkan 10 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dua personel Tim Kesehatan, enam personel Biddokkes dan DVI Polda Jatim, serta dua personel BPBD Jatim.
Posko tersebut berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin untuk memperoleh perkembangan terbaru terkait penanganan dan evakuasi korban. Polri juga menyediakan layanan informasi dan pengaduan melalui Call Center 110 serta layanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di nomor 081918600000.
Selain pencarian dan evakuasi, Polri menyiapkan dukungan Disaster Victim Identification (DVI) guna memastikan proses identifikasi korban berjalan secara profesional dan akurat. Sebanyak enam posko DVI didirikan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Di Jawa Timur, posko tersebut meliputi Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, serta Posko DVI Postmortem Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.
Sementara di Kalimantan Selatan, posko DVI terdiri atas Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” tutur Trunoyudo.
Ia menambahkan, Polri akan terus mengikuti perkembangan operasi berdasarkan informasi dan hasil koordinasi dari lapangan. Seluruh unsur yang terlibat akan mengoptimalkan kemampuan masing-masing untuk mendukung pelaksanaan SAR.
“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi. Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi,” pungkas Trunoyudo. (tim)
