Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Ipuk Pimpin Upacara di Banyuwangi

xbixakfmwb_whatsapp-image-2026-10-01-at-090214

BANYUWANGI (AktualLine.com)– Suasana khidmat mewarnai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (1/10/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa hingga pelajar. Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono bersama jajaran Forkopimda juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah pejabat Forkopimda yang hadir di antaranya Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Dandim 0825 Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, Danlanal Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara.

Selain itu, tampak Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo, para veteran, tokoh masyarakat, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Banyuwangi. Sementara Kapten Arm Edy Tri Santoso dipercaya sebagai komandan upacara.

Rangkaian upacara diawali dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara. Selanjutnya, Bupati Ipuk memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa mengheningkan cipta dimulai,” kata Ipuk.

Setelah mengheningkan cipta, Ipuk membacakan teks Pancasila yang kemudian diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh petugas, kemudian pembacaan Naskah Ikrar oleh Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara.

Nuansa penghormatan terhadap para Pahlawan Revolusi juga terlihat dari dipajangnya foto-foto para tokoh yang gugur dalam peristiwa tersebut. Foto yang ditampilkan antara lain Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Raden Suprapto, Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean, Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono, dan Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman.

Pemajangan foto tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam mempertahankan ideologi Pancasila.

“Para Pahlawan Revolusi yang gugur itu demi mempertahankan ideologi Pancasila melawan gerakan Partai Komunis Indonesia. Ini harus kita hargai dan menjadi pegangan kita. Bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa yang wajib kita pertahankan,” kata Ipuk usai upacara.

Ipuk mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya berkaitan dengan pengingat sejarah, tetapi juga menjadi simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia. Karena itu, masyarakat diajak untuk terus mempelajari sejarah masa lalu, memperkuat nasionalisme, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan ini harus kita maknai dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia. (tim)