Pemkab Banyuwangi Bentuk Teman Lansia, Perkuat Pendampingan Warga Senior Rentan

IMG-20261009-WA0046

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan gerakan Teman Lansia untuk memperkuat pendampingan bagi warga lanjut usia (lansia), terutama mereka yang hidup sebatang kara dan berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan membantu para lansia memperoleh perhatian serta akses terhadap layanan pemerintah sesuai kebutuhan masing-masing.

Program tersebut diperkenalkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (8/10/2026). Kehadiran Teman Lansia sekaligus memperkuat berbagai program yang telah berjalan, seperti Rantang Kasih, layanan kesehatan jemput bola, dan pelayanan administrasi kependudukan.

Ipuk mengatakan, masih terdapat lansia yang belum tersentuh manfaat program pemerintah meskipun berbagai layanan telah disediakan. Karena itu, diperlukan pendampingan langsung agar warga senior yang membutuhkan bantuan dapat teridentifikasi dan memperoleh dukungan.

“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah. Dengan inovasi Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Ipuk.

Melalui program tersebut, tim Teman Lansia akan turun ke lapangan untuk menyisir dan mengidentifikasi warga senior yang membutuhkan perhatian. Tim juga bertugas menghubungkan mereka dengan program maupun layanan pemerintah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur di tingkat wilayah, mulai dari camat, pemerintah desa dan kelurahan, pilar-pilar sosial, kader PKK, organisasi lansia, hingga karang taruna. Keterlibatan berbagai elemen ini diharapkan memudahkan proses pendataan sekaligus penanganan persoalan yang dihadapi lansia.

“Teman Lansia akan kami tugaskan menyisir lansia yang butuh dukungan. Lansia akan didampingi dan diidentifikasi apa kebutuhan paling utama dari lansia tersebut. Termasuk saat ada lansia miskin sakit dan belum punya BPJS, nanti difasilitasi melalui PBI maupun APBD,” jelas Ipuk.

Menurut Ipuk, pendampingan langsung diperlukan agar pelayanan pemerintah tidak semata-mata bergantung pada laporan atau pengajuan dari masyarakat. Dengan demikian, persoalan yang dialami lansia dapat diketahui lebih dini dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Dalam menjalankan tugasnya, Teman Lansia akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak lintas sektor, termasuk BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS). Tim juga dibekali data lansia di wilayah kerja masing-masing sebagai acuan untuk menentukan warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Selain temuan di lapangan, tim juga dibekali data lansia di lingkup kerja mereka. Kami ingin lansia di Banyuwangi tertangani agar lebih berkualitas hidupnya,” terang Ipuk.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi, Puguh Widodo, menerangkan bahwa tim Teman Lansia akan melakukan asesmen terhadap warga senior dengan tingkat kerentanan tinggi. Proses identifikasi mengacu pada laporan pilar-pilar sosial serta data yang telah tersedia.

Pendataan dan asesmen dilakukan menggunakan formulir digital yang terhubung langsung dengan Dinas Sosial. Hasilnya akan menjadi dasar bagi dinas tersebut untuk mengoordinasikan penanganan sesuai persoalan dan kebutuhan masing-masing lansia.

“Tidak hanya mendata, tetapi juga memastikan kebutuhan lansia ditindaklanjuti. Misalnya kalau memang butuh dikirim makanan harian, ataupun butuh alat bantu gerak. Nanti kami suport dari APBD atau menggerakkan elemen untuk membantu mereka,” kata Puguh.

Melalui Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi berharap perlindungan terhadap warga senior semakin kuat dan menjangkau kelompok yang selama ini belum memperoleh layanan secara optimal. Pendampingan di tingkat lapangan diharapkan membuat berbagai program pemerintah lebih tepat sasaran serta membantu meningkatkan kualitas hidup para lansia. (tim)