Sampah Kembali Menumpuk di Sungai Kalimati, Pemkab Banyuwangi Siapkan Penanganan Terpadu

IMG-20261015-WA0067

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan sampah di muara Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Upaya ini dilakukan setelah tumpukan sampah kembali muncul beberapa minggu setelah kawasan tersebut dibersihkan melalui aksi bersama Pemkab Banyuwangi, Sungai Watch, warga, dan sejumlah pihak.

Untuk membahas penanganan jangka panjang, ratusan warga yang tinggal di bantaran Sungai Kalimati dikumpulkan di kawasan TPI Pelabuhan Muncar, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga dan pemerintah untuk mengidentifikasi penyebab penumpukan sampah sekaligus menyepakati langkah penanganannya.

Sejumlah persoalan mengemuka dalam pertemuan itu. Selain sampah kiriman dari laut saat air pasang, kebiasaan sebagian warga membuang sampah ke sungai serta perilaku orang dari luar dusun yang melakukan hal serupa turut disebut sebagai penyebab menumpuknya sampah di kawasan tersebut.

Kepala Dusun Kalimati, Muniradi, menyampaikan bahwa warga bersedia terlibat dalam upaya menjaga kebersihan sungai. Kesepakatan yang dibangun bersama juga mencakup pengawasan terhadap perilaku membuang sampah sembarangan.

“Warga sepakat mulai untuk tidak membuang sampah ke sungai, dan sepakat ikut mengawasi serta memberikan sanksi kepada siapa saja yang membuang sampah ke Sungai Kalimati,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, menjelaskan bahwa salah satu hasil rembuk bersama warga adalah perubahan pola pengelolaan sampah rumah tangga. Warga yang sebelumnya membuang sampah ke sungai akan diarahkan mengikuti program Banyuwangi Hijau agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik.

“Warga siap melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. Sampah tersebut nantinya diangkut oleh teman-teman dari Banyuwangi Hijau dari rumah ke rumah. Mekanismenya, termasuk berapa kali pengangkutan dalam seminggu, akan diatur lebih lanjut,” jelasnya.

Sambil menjalankan upaya penanganan dari sumbernya, Pemkab Banyuwangi juga akan melakukan normalisasi sungai menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah yang telah menumpuk. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut menyiapkan pemasangan kontainer sampah di sekitar lokasi.

“DLH juga memasang amrol atau kontainer di sekitar sini, sehingga warga tidak bingung mau buang sampah ke mana. Setelah sampah penuh, langsung diangkut oleh petugas,” terang Suratno.

Selain persoalan sampah rumah tangga, pemerintah daerah juga akan memeriksa dugaan pembuangan limbah industri di sekitar Sungai Kalimati. Pemeriksaan tersebut melibatkan DLH bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian untuk mengevaluasi kondisi lingkungan serta pengelolaan limbah pabrik di kawasan itu.

“Tentu kita cek laboratoriumnya nanti. Kalau tidak sesuai ketentuan, akan kami minta segera disesuaikan. Jika tidak mengindahkan, kita beri sanksi sesuai perundang-undangan,” kata Suratno.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanien Oktaviantie, menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong pembentukan bank sampah di Dusun Kalimati setelah program Banyuwangi Hijau berjalan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.

“Kita juga dorong ke depannya Dusun Kalimati ini bisa jadi percontohan penanganan sampah. Selain itu, kawasan ini juga bisa dijadikan destinasi untuk menambah kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Nanien. (tim)