Bupati Ipuk Tampung Aspirasi Sopir Truk, Sejumlah Solusi Kemacetan Ketapang Disepakati

IMG-20261016-WA0021

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Persoalan kemacetan di Pelabuhan Ketapang menjadi pembahasan utama dalam audiensi antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dengan para sopir truk yang tergabung dalam Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER), Kamis (15/10/2026) sore. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi, itu berjalan gayeng dengan membahas berbagai kendala yang menghambat aktivitas pengemudi angkutan logistik.

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Wospo Tondo Wicaksono, Ketua KSOP Tanjungwangi Kolonel Mar. Amrul Adriansyah, Department Head Operasional dan Teknik Armada ASDP Ketapang Didi Juliansah, perwakilan Pelindo, serta sejumlah jajaran terkait.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi para sopir truk di Kantor Pemkab Banyuwangi pada Rabu (14/10/2026). Saat itu, mereka meminta kesempatan untuk bertemu langsung dengan Bupati Ipuk guna menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Dalam audiensi tersebut, para pengemudi bersama perwakilan instansi terkait mendiskusikan sejumlah persoalan sekaligus merumuskan langkah penyelesaian sesuai kewenangan masing-masing. Hasil pembahasan menghasilkan beberapa kesepakatan dan usulan untuk meningkatkan pelayanan serta memperlancar arus transportasi penyeberangan.

Salah satu poin yang disepakati adalah penerapan time table atau jadwal keberangkatan secara tepat waktu. Apabila terjadi pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, KSOP akan memberikan teguran dan penalti.

Selain itu, muncul usulan pemberian kompensasi oleh pengelola pelabuhan apabila terjadi keterlambatan keberangkatan lebih dari 12 jam di Pelabuhan ASDP Ketapang akibat faktor selain kondisi alam atau cuaca. Masih terdapat enam poin lainnya yang turut dibahas dalam audiensi tersebut.

Bupati Ipuk mengatakan, para sopir telah menyampaikan pengalaman dan kondisi yang mereka hadapi secara langsung, khususnya ketika kemacetan terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang.

“Alhamdulillah, melalui pertemuan ini semua saling terbuka. Ada solusi yang dihasilkan dan nantinya kita lanjutkan dengan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan aspirasi masyarakat,” kata Ipuk.

Sebagai tindak lanjut, Ipuk langsung mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Timur dan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Surat tersebut berisi sejumlah usulan untuk mengatasi persoalan di Pelabuhan Ketapang, di antaranya pelebaran jalan nasional menuju pelabuhan serta percepatan pembangunan dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

Pemkab Banyuwangi sebelumnya juga telah menyampaikan surat kepada Kementerian Perhubungan mengenai permohonan penambahan kapal berukuran besar pada lintasan penyeberangan Jawa–Bali.

“Upaya ini semua kita lakukan berdasarkan aspirasi masyarakat. Kita mohon support ke provinsi dan kementerian agar ada solusi yang diberikan,” terang Ipuk.

Perwakilan GAPIBER, Muhlasin (39), menyambut lega hasil audiensi tersebut. Ia mengaku bersyukur dapat mendengar langsung tanggapan Bupati Ipuk dan memperoleh kesepakatan yang diharapkan. Para sopir pun berharap hasil pertemuan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang.

“Alhamdulillah, kita pulang membawa hasil dan bisa memberi kabar bahagia ke teman-teman jika sudah ada kesepakatan. Terima kasih banyak, Ibu Bupati, atas dukungannya,” kata Muhlasin. (tim)