Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Glow in the Dark, 1300 Penari Siap Tampil Memukau

IMG-20261018-WA0004

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pagelaran Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom Banyuwangi akan menghadirkan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pertunjukan tari kolosal yang melibatkan 1.300 penari itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dengan mengusung konsep glow in the dark atau gemerlap cahaya di tengah malam.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, konsep baru tersebut dihadirkan melalui kolaborasi dengan InJourney. Perubahan ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi penonton yang menyaksikan salah satu pertunjukan budaya unggulan Banyuwangi tersebut.

“Konsepnya glow in the dark. Kita kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang baru,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, inovasi tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan sejarah baru dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu. Para penari nantinya akan menggunakan instrumen khusus yang menghasilkan kilauan cahaya, sehingga gerakan tari terlihat semakin menarik di tengah suasana malam.

“Pastikan kita menjadi saksi sejarah pertunjukan Gandrung Sewu dengan konsep baru ini,” ajak Ipuk.

Sebelum digelar di Banyuwangi, promosi Gandrung Sewu 2026 telah dilakukan melalui pertunjukan mini di panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 14 November 2026. Penampilan yang melibatkan 40 penari tersebut menyuguhkan perpaduan gerakan tari gandrung dengan efek cahaya warna-warni yang menghiasi omprok dan motif batik para penari.

Salah seorang penonton, Rana, mengaku terkesan dengan penampilan tersebut. Ia menilai pertunjukan Gandrung Sewu mampu memadukan kekayaan budaya dengan kreativitas modern, sehingga menghasilkan tontonan yang membanggakan.

“Saya tidak menyangka penampilan Gandrung Sewu memang akan sekeren ini. Penasaran datang ke sini karena video Gandrung Sewu selama ini selalu viral. Keindahan budaya berpadu dengan kreativitas masa kini. Sebuah pertunjukan yang layak dibanggakan,” ungkap Rana.

Koordinator Pelatih Tari Gandrung Sewu, Suko Prayitno, mengatakan penerapan konsep baru tersebut turut diikuti penyesuaian pada sejumlah bagian koreografi. Langkah ini dilakukan agar efek cahaya yang dihasilkan para penari dapat terlihat selaras dengan setiap gerakan.

“Kami menyesuaikan sejumlah koreografinya supaya efek kilauan cahaya dari penari gandrungnya bisa sempurna mengikuti gerakannya,” terang Suko.

Meski menghadirkan inovasi dalam tata pertunjukan, Suko memastikan perubahan tersebut tidak menghilangkan pakem tari gandrung. Mengangkat tema “Kembang Darmo”, pertunjukan tahun ini tetap membawa pesan tentang keluhuran budaya Blambangan, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi penonton.

“Justru akan melahirkan pengalaman yang berbeda,” tegasnya.

Kolaborasi dengan InJourney, perusahaan di bawah Danantara yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, menjadi bagian dari upaya pengembangan destinasi wisata daerah yang terhubung dengan jaringan penerbangan. Melalui konsep baru ini, Gandrung Sewu 2026 diharapkan semakin memperkuat daya tarik budaya dan pariwisata Banyuwangi. (tim)