Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Okupansi Penginapan Banyuwangi, Hotel hingga Homestay Dipadati Wisatawan

gfhqopfqtp_whatsapp-image-2026-10-24-at-135607

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep Glow in the Dark membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara datang untuk menyaksikan pagelaran yang berlangsung di Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026). Tingginya kunjungan tersebut membuat sejumlah hotel dan homestay mengalami peningkatan keterisian kamar, bahkan penuh selama periode 21–25 Oktober 2026.

Dampak tersebut dirasakan sejumlah pengelola hotel di Banyuwangi. El Hotel Banyuwangi, misalnya, mulai mencatat peningkatan pemesanan sejak Rabu (21/10/2026). Sebagian besar tamu berasal dari Jakarta, Bali, dan Surabaya yang sengaja memperpanjang masa tinggal untuk menikmati pertunjukan Gandrung Sewu.

Sales Manager El Hotel Banyuwangi, Devi Krisna, mengatakan lonjakan pemesanan membuat seluruh kamar hotelnya terisi pada 24 Oktober 2026. Bahkan, pihaknya terpaksa menolak sejumlah permintaan reservasi karena tidak lagi memiliki kamar kosong.

“Peningkatan okupansi terjadi sejak Rabu (21/10). Mayoritas tamu kami adalah rombongan dari Jakarta, Bali, dan Surabaya yang sengaja stay sampai tanggal 25, untuk menyaksikan Gandrung Sewu. Bahkan tanggal 24, semua kamar kami penuh sehingga harus menolak reservasi,” kata Devi.

Kondisi serupa dialami Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center. Seluruh tipe kamar di hotel tersebut telah habis dipesan sejak Kamis (22/10/2026). Tingginya permintaan diperkirakan bertahan hingga akhir pekan seiring pelaksanaan agenda pariwisata di Banyuwangi.

Sales and Marcom Manager Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Alif Fauzan, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian kamar yang tinggi turut memberikan keuntungan bagi pelaku usaha perhotelan.

“Saat ini kamar kami penuh sampai 25 Oktober. Kami senang berbagai event yang digelar Pemkab Banyuwangi, termasuk Gandrung Sewu, memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha pariwisata seperti kami,” terang Alif.

Peningkatan okupansi juga tercatat di Villa Solong. Pada Jumat pagi (23/10/2026), tingkat keterisian kamar di penginapan tersebut telah mencapai 91 persen. Pengelola optimistis jumlah itu akan terus bertambah menjelang malam pertunjukan.

“Pagi ini okupansi kami sudah 91 persen. Kami optimis malam ini bisa fully booked. Karena pengalaman kami biasanya di last minute baru banyak pesanan,” jelas General Manager Villa Solong, Imam Solehan.

Tak hanya hotel, homestay yang menjadi pilihan wisatawan juga merasakan manfaat dari penyelenggaraan Gandrung Sewu. Didu’s Homestay, salah satu penginapan yang diminati wisatawan asing, menerima kedatangan tamu dari sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis dan Belanda.

Pemilik Didu’s Homestay, Maya Subagio, menyampaikan bahwa agenda pariwisata yang digelar di Banyuwangi turut meningkatkan permintaan kamar. Sebagian tamu bahkan datang secara khusus untuk menyaksikan pertunjukan tari kolosal tersebut.

“Setiap ada event, pasti okupansi ikut terdongkrak. Kali ini, saya kedatangan sejumlah tamu dari Eropa, yakni Perancis dan Belanda, yang sengaja ingin menyaksikan Gandrung Sewu,” kata Maya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap berbagai kegiatan pariwisata yang digelar di daerahnya mampu memberikan manfaat ekonomi secara luas. Menurutnya, dampak kegiatan tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga pedagang kecil dan pelaku usaha lainnya.

“Inilah yang kami harapkan dari setiap event yang digelar di Banyuwangi. Semua sektor mulai masyarakat hingga pelaku usaha, dari pedagang asongan hingga penginapan serta sektor lainnya ikut mendapat manfaatnya,” kata Ipuk, Jumat (23/10/2026).

Gandrung Sewu tahun ini tampil dengan konsep berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Dengan dukungan InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, pertunjukan yang melibatkan ribuan penari tersebut dikemas menggunakan konsep Glow in the Dark.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya pertunjukan digelar pada siang hari, kali ini suasana malam menjadi bagian dari daya tarik utama. Para penari mengenakan instrumen khusus yang memancarkan cahaya warna-warni, sehingga menghasilkan visual pertunjukan yang berbeda di kawasan Pantai Boom Banyuwangi.

Inovasi tersebut memperkuat daya tarik Gandrung Sewu sebagai salah satu ikon seni dan budaya Banyuwangi. Selain menjadi ruang pertunjukan bagi ribuan penari, agenda tahunan ini juga berkontribusi menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. (tim)