Akhir Pekan Ini, Banyuwangi Diramaikan Soekarno Run dan BIG Downhill

ffrqnrhdta_whatsapp-image-2026-09-19-at-191113

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Dua ajang olahraga berlangsung di Banyuwangi pada akhir pekan ini, yakni Soekarno Run dan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026. Kehadiran kedua event tersebut semakin memperkuat geliat sport tourism di daerah berjuluk The Sunrise of Java itu.

Soekarno Run dijadwalkan berlangsung Minggu (20/9/2026) dengan melibatkan sekitar 3.400 pelari dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Aceh hingga Papua. Sementara BIG Downhill 2026 digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026), di Gantasan Ijen Bike Park.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan berbagai event olahraga menjadi bagian dari perkembangan Banyuwangi sebagai salah satu tujuan sport tourism. Menurutnya, kegiatan semacam ini juga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah.

“Bagi kami ini sangat menarik, karena Banyuwangi terus dipilih menjadi tuan rumah event-event sport tourism. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadikan Banyuwangi sebagai lokasi untuk berolahraga sambil berwisata. Ini tentunya akan menggerakkan ekonomi daerah,” kata Ipuk, Sabtu (19/9/2026).

Soekarno Run menyediakan sejumlah kelas perlombaan, antara lain Half Marathon 21K untuk umum, 10K kategori master dan umum, 5K dan 3K untuk umum serta pelajar, hingga 1K khusus pelajar. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp1 miliar untuk para pemenang kategori putra dan putri.

Start dan finis perlombaan berada di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Rute yang dilalui peserta juga membawa mereka melewati sejumlah kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya di pusat Kota Banyuwangi, termasuk Taman Sritanjung.

Taman Sritanjung merupakan salah satu ruang terbuka di pusat kota. Nama taman tersebut diambil dari tokoh Sri Tanjung dalam legenda masyarakat setempat. Sementara Pendopo Sabha Swagata Blambangan menjadi salah satu ikon kawasan kota yang memiliki nilai sejarah bagi Banyuwangi.

Ipuk menjelaskan tingginya jumlah peserta dari berbagai provinsi menunjukkan semakin dikenalnya Banyuwangi sebagai daerah yang dapat memadukan kegiatan olahraga dengan pengalaman wisata.

“Peserta Soekarno Run datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Mereka tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga berkesempatan menikmati suasana dan destinasi Banyuwangi,” jelasnya.

Selain kompetisi olahraga, Soekarno Run juga membawa pesan sejarah dan nilai perjuangan. “Soekarno Run tidak hanya sebatas kompetisi lari, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” terang Ipuk.

Pada waktu yang sama, BIG Downhill 2026 kembali mempertemukan pembalap sepeda downhill dari berbagai negara. Kejuaraan tersebut telah tercatat dalam kalender UCI (Union Cycliste Internationale), organisasi induk olahraga balap sepeda dunia.

“Dengan masuknya event ini ke level internasional menjadi bukti nyata kualitas trek yang dimiliki Banyuwangi,” kata Ipuk.

Kompetisi berlangsung di Gantasan Ijen Bike Park yang berada pada ketinggian sekitar 600-700 meter di atas permukaan laut. Lintasannya memiliki karakter yang menantang dengan sejumlah kelokan tajam, turunan curam, serta rintangan alami.

Kehadiran pembalap internasional sekaligus menjadi ruang bagi atlet nasional untuk mendapatkan pengalaman bertanding di lintasan berstandar internasional. Salah satu peserta, Dewi Ageng Putri Purnomo dari tim Bandit Squad, kembali ambil bagian dalam BIG Downhill setelah sebelumnya dua kali mengikuti ajang tersebut.

“Saya sudah dua kali mengikuti BIG Downhill. Tahun 2025 lalu saya mendapatkan juara 2 Women Open. Sehingga sangat antusias untuk kembali menaklukkan rute di tahun ini,” kata Dewi.

Dua agenda tersebut turut membuka peluang bagi berbagai sektor ekonomi lokal. Selain aktivitas olahraga dan pembinaan prestasi, kedatangan peserta dan pendukung kegiatan berpotensi menggerakkan usaha akomodasi, kuliner, transportasi, serta UMKM di Banyuwangi. (tim)