Bupati Ipuk: ASN Harus Peka terhadap Perubahan dan Persoalan Masyarakat

xhmblvanyl_whatsapp-image-2026-09-17-at-114439

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi lebih peka membaca perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Ipuk saat memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (17/9/2026).

Menurut Ipuk, berbagai perubahan global saat ini memiliki dampak hingga ke daerah. Persoalan geopolitik, tekanan terhadap pangan dan energi, perkembangan teknologi, kondisi kesehatan generasi muda, hingga perubahan perilaku akibat derasnya arus informasi perlu diantisipasi oleh birokrasi.

“Sebagai pelayan publik, ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif kantor, melainkan harus responsif terhadap dinamika sosial di sekitarnya. Mari terus bergerak, berinovasi, berkolaborasi dan memastikan bahwa setiap kerja kita benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Ipuk.

Ia meminta perubahan cara kerja birokrasi dilakukan dengan tidak sekadar menunggu persoalan muncul. Jajaran Pemkab Banyuwangi diharapkan mampu membaca potensi risiko, melakukan pencegahan, sekaligus menyiapkan langkah sebelum persoalan berkembang.

“Karena itu saya minta seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi bisa mengubah cara kerjanya. Jangan hanya cepat bereaksi, melainkan harus mampu membaca resiko, mencegah dan bersiap sebelum terjadi,” tegas Ipuk.

Upacara HKN tersebut digelar secara hybrid dan diikuti sekitar 900 peserta. Sebagian peserta hadir langsung di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, sementara lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Ipuk menegaskan bahwa keberhasilan birokrasi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Orientasi utama tetap pada manfaat yang diterima masyarakat melalui pelayanan publik.

“Ukuran keberhasilan kita bukan seberapa banyak program yang kita buat. Tetapi seberapa besar masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, ramah dan juga pasti,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menitipkan lima pesan kepada jajaran birokrasi, terutama berkaitan dengan penguatan budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan. Setiap program diminta memiliki sasaran yang jelas serta memberi manfaat nyata.

“Jangan hanya terjebak pada hasil. Pastikan setiap program memiliki target yang jelas dan bermanfaat,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi, digitalisasi dan inovasi, kesiapsiagaan serta manajemen risiko. Penggunaan data dalam menentukan kebijakan juga menjadi bagian yang ditekankan kepada jajaran Pemkab Banyuwangi.

“Kita tidak boleh membuat keputusan tanpa melihat data. Datanya pun harus mutakhir, terintegrasi, dan benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah desa yang berhasil dalam lomba pengelolaan persampahan. Ipuk berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi turut memicu perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan. (tim)