Gandeng TNI, Polri, dan BNNK, Lapas Banyuwangi Gelar Razia Kamar Hunian serta Tes Urin
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal dan narkoba kembali ditegaskan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Bersama aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, Lapas menggelar razia kamar hunian sekaligus tes urin massal, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan personel dari Kodim 0825 Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, serta BNNK Banyuwangi. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas instansi sengaja dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan transparan dan kondusif.
“Kegiatan ini adalah langkah konkret untuk memantapkan komitmen kami menjadikan Lapas Banyuwangi benar-benar bebas dan bersih dari narkoba. Kami sengaja mengundang rekan-rekan dari TNI, Polri, dan BNNK untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” kata Solichin.
Penggeledahan dilakukan di sejumlah kamar hunian yang berada di tiga blok berbeda. Kamar-kamar tersebut dipilih secara acak untuk diperiksa secara menyeluruh oleh petugas gabungan selama kurang lebih dua jam.
Dalam razia itu, petugas menyisir setiap sudut ruangan guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan warga binaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan handphone maupun narkotika di dalam kamar hunian.
“Dari penggeledahan tadi, hasilnya nihil untuk handphone dan narkoba. Petugas hanya menyita beberapa barang yang dinilai berpotensi menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib),” jelas Solichin.
Selain razia kamar, Lapas Banyuwangi juga mengadakan tes urin sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Tes dilakukan secara sampling terhadap 105 warga binaan dan 10 pegawai Lapas. Seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif.
Menurut Solichin, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan agar tidak ada celah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.
“Tujuan jangka panjang kami jelas, yakni memastikan Lapas Banyuwangi selalu dalam kondisi aman dan tertib. Dengan lingkungan yang bersih dari Halinar, program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan optimal dan maksimal,” tutupnya. (tim)
