KAI Siapkan Lahan 10 Hektare di Ketapang untuk Kantong Parkir dan Pusat Kuliner
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, khususnya saat musim puncak, terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemanfaatan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di sekitar Stasiun Ketapang sebagai rest area sekaligus kantong parkir kendaraan.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara PT KAI dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Lahan milik PT KAI seluas sekitar 10 hektare dinilai memiliki potensi untuk dioptimalkan, terutama sebagai lokasi parkir tambahan guna mengurangi kepadatan kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang.
Advisor Direktorat Komersial PT KAI, Suharjono, menjelaskan bahwa pemanfaatan aset tersebut merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap upaya mengatasi persoalan kemacetan di kawasan pelabuhan.
“Ini juga untuk optimalisasi aset PT KAI di Stasiun Ketapang. Nantinya selain menjadi rest area, juga akan menjadi pusat kuliner yang turut meningkatkan ekonomi warga sekitar,” kata Suharjono.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan keberadaan kantong parkir tambahan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi antrean kendaraan, terutama truk yang selama ini kerap berhenti atau parkir di bahu jalan sepanjang jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
“Kemarin (Kamis, 20/8/2026) kita sudah membahas bersama PT KAI. Rencananya, di sepanjang kawasan Stasiun Ketapang akan disiapkan rest area yang bisa menjadi kantong parkir tambahan untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang,” kata Ipuk, Jumat (21/8/2026).
Menurut Ipuk, tambahan kantong parkir di kawasan Stasiun Ketapang nantinya melengkapi fasilitas yang selama ini telah tersedia di Pelabuhan Ketapang dan kawasan Tanjungwangi.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan ketika terjadi lonjakan arus penyeberangan.
Selain menyiapkan kantong parkir, Pemkab Banyuwangi juga telah mengusulkan sejumlah dukungan kepada Kementerian Perhubungan.
Usulan tersebut meliputi pelebaran jalan menuju pelabuhan, peningkatan kapasitas dermaga, hingga percepatan pembangunan jalan tol Besuki–Banyuwangi.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas sepasang dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk juga telah mulai dikerjakan oleh ASDP Indonesia Ferry.
Kedua dermaga tersebut ditingkatkan spesifikasi dan kapasitasnya agar dapat melayani penyeberangan kendaraan, termasuk truk berukuran besar.
“Semoga kolaborasi dengan berbagai pihak ini, bisa mengatasi masalah kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan stakeholder terkait,” kata Ipuk. (tim)
