Lapas Banyuwangi Ciptakan Suasana Kekeluargaan Lewat Makan Siang Bersama
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi tampak berkumpul di Lapangan Blok Griya Blambangan, Sabtu (23/5). Mereka mengikuti kegiatan makan siang bersama yang digelar pihak Lapas dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan tersebut menjadi pemandangan berbeda di lingkungan Lapas. Jika biasanya warga binaan menyantap makanan di kamar hunian masing-masing, kali ini mereka duduk bersama di lapangan sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, mengatakan kegiatan makan bersama itu sengaja digelar untuk memperkuat hubungan antarsesama warga binaan sekaligus membangun suasana yang lebih humanis di dalam Lapas.
“Kegiatan ini sengaja kami laksanakan untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga rasa kebersamaan antar warga binaan,” kata Solichin saat memantau kegiatan.
Untuk menambah suasana kebersamaan, pihak Lapas juga memberikan tambahan menu makanan khusus kepada para warga binaan. Menurut Solichin, langkah sederhana tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan di tengah masa pembinaan yang mereka jalani.
“Kami ingin mereka merasakan esensi dari sebuah keluarga. Dengan makan bersama seperti ini, sekat-sekat perbedaan bisa mencair, sehingga persaudaraan di antara mereka semakin kuat dan kebahagiaan bisa terjalin,” jelasnya.
Selain menjadi sarana kebersamaan, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai pendekatan persuasif kepada warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, pihak Lapas mengingatkan agar seluruh warga binaan tetap mematuhi aturan yang berlaku dan menghindari berbagai bentuk pelanggaran demi menjaga kenyamanan bersama.
Warga binaan juga didorong untuk mengikuti seluruh program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian, secara maksimal agar memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pendekatan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan tersebut, Lapas Banyuwangi berharap suasana kondusif di lingkungan pemasyarakatan tetap terjaga serta mampu mencetak warga binaan yang lebih baik dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan masa pidananya. (tim)
